Breaking News:

Mulai Kamis, 19 Maret 2020 Transjakarta hanya Melayani Pembayaran Non Tunai, ini Alasannya

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai kamis, 19 Maret 2020 menutup semua bentuk transaksi.

Dok. BAZNAS
Sejumlah personil BAZNAS Tanggap Bencana melakukan aksi pembersihan ruang publik dengan penyemprotan larutan disinfektan diantaranya di halte TransJakarta wilayah Monas Jakarta Pusat hingga Stasiun Jakarta Kota, pada Minggu (15/3). 

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai kamis, 19 Maret 2020 menutup semua bentuk transaksi.

Dengan menggunakan uang tunai dalam aktivitas isi ulang atau top up uang elektronik serta pembelian kartu perdana, diseluruh halte Bus Rapid Transit (BRT) untuk sementara waktu.

Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya menghambat penularan virus Corona COVID-19, khususnya di transportasi publik.

"Pelanggan yang ingin menggunakan layanan Transjakarta untuk memastikan saldo uang elektronik atau kartunya cukup," kata Nadia Diposanjoyo Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, dalam siaran tertulisnya, Rabu (18/3/2020).

Bagi yang ingin melakukan isi ulang atau top up bisa menggunakan debit yang dilakukan di halte seperti biasanya.

Namun hanya berlaku untuk bank tertentu saja seperti BCA, Mandiri dan BNI. Bentuk pengisian ulang lain bisa dilakukan melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau di minimarket terdekat.

"Transjakarta menghimbau masyarakat untuk tetap membatasi perjalanan yang benar-benar diperlukan, selalu jaga kesehatan dan ikuti arahan petugas saat menggunakan layanan Transjakarta," jelasnya.

Evaluasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengevaluasi kebijakannya atas pembatasan operasional transportasi umum.

Di mana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pembatasan operasional Transjakarta, MRT, dan LRT.

Halaman
1234
Editor: Mohamad Yusuf
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved