Liga Italia

Blaise Matuidi Sempat Anggap Remeh Virus Corona

Gelandang Juventus, Blaise Matuidi, menjadi korban kedua di timnya yang terjangkit virus corona.

africasport
Blaise Matuidi 

Gelandang Juventus, Blaise Matuidi, menjadi korban kedua di timnya yang terjangkit virus corona. Dia pun mengaku sempat menganggap remeh penyakit berbahaya itu karena ketidaktahuannya.

Matuidi merupakan pemain Serie A ke-11 yang dites positif, dia pun menjalani proses isolasi bersama keluarga, yang sudah dimulai sejak 11 Maret. Pemain Hellas Verona, Mattia Zaccagni, menjadi korban ke-12 yang terkena virus corona.

Blaise Matuidi (kiri)
Blaise Matuidi (kiri) (Getty Images/Dunia Soccer)

Hingga Rabu (18/3), Italia mencatat 31.506 orang terinfeksi dengan total 2.503 kematian, sedangkan 2.941 lainnya berhasil sembuh.

"Pada awalnya, saya benar-benar tidak paham seberapa buruk penyakit ini, seberapa bahayanya, seberapa cepat penyebarannya di Italia," kata Matuidi.

"Ribuan orang telah dinyatakan positif dalam beberapa hari, bahkan tanpa kita sadari. Kita harus paham bahwa virus ini bisa menjangkiti kita semua, keluarga kita dan mereka yang dekat dengan kita. Ini penting bahwa kita melakukan segala upaya dan mengikuti aturan pemerintah," imbuhnya.

Kompetisi sepak bola di Italia telah ditangguhkan untuk waktu yang belum ditentukan, sedangkan Italia memberlakukan lockdown hingga 3 April mendatang.

Sementara itu, pemilik Monza yang juga mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, telah menyumbangkan uang sejumlah 10 juta euro (Rp 158,5 miliar) untuk penanganan pasien corona di Lombardia.

Seperti dikutip dari akun Twitternya, sumbangan dari Berlusconi itu ditujukan untuk membangun 400 instalasi gawat darurat sementara. Hal itu sangat dibutuhkan di Lombardia yang jadi daerah dengan jumlah pasien terbanyak.

Wabah virus corona di Italia saat ini belum menunjukkan penurunan. Meskipun pemerintah negeri itu sudah memberlakukan kebijakan lockdown sejak 9 Maret lalu, jumlah korban masih terus bertambah. Bahkan, dalam sehari terakhir, ada 345 pasien yang meninggal dunia. Hal ini membuat banyak pihak prihatin dan cemas.

Berlusconi memang punya kedekatan emosional dengan Lombardia. Dia lahir di Milan, ibu kota Lombardia. Klubnya sekarang, Monza, juga berada di wilayah tersebut.

Sebelum menjadi pemilik Monza pada 2018, Berlusconi dikenal sebagai pemilik AC Milan. Selama 30 tahun menjadi patron, dia membawa I Rossoneri mencapai puncak kejayaan di Italia dan Eropa.

Sepeninggal dia, Milan belum juga menunjukkan kebangkitan. Pergantian pemilik dan pelatih tak juga mampu mengembalikan I Rossoneri ke jajaran elite di Serie A.

Penulis: Valentino Verry
Editor: Valentino Verry
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved