Virus Corona

Ada 76 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Selatan, Satu Orang Positif Virus Corona

Ada 76 kasus Covid-19 di Kota Tangerang Selatan, dan diantaranya ada satu orang positif virus corona.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Ilustrasi - Penanganan gejala awal virus corona oleh Tim Satgas Corona. 

Hari ini, jumlah pasien positif virus corona di Tangerang bertambah, Rabu (18/3/2020).

Diketahui, jumlah pasien positif Covid-19 di Tangerang, bertambah menjadi 8 orang.

Soal jumlah penderita virus corona bertambah, diakui Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Ati Pramudji.

Ati yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Banten ini menjelaskan angka pasien positif virus corona bertambah.

"Jumlahnya sekarang yang positif menjadi 8 orang," ujar Ati kepada Warta Kota.

Menurutnya di wilayah Provinsi Banten, penderita Covid-19 yang positif ini hanya tersebar di wilayah Tangerang Raya saja.

Meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.

"Ini data resmi yang dikeluarkan oleh Pemprov Banten. Dan setiap pukul 19.00 di-update," ucapnya.

Sebelumnya Gubernur Banten Wahidin Halim mengumumkan bahwa pasien positif virus corona sebanyak 5 orang.

Mereka berasal dari 3 orang Kabupaten Tangerang, 1 orang Kota Tangerang dan 1 orang Kota Tangerang Selatan.

"Dari 8 pasien positif Covid-19 ini, satu orang di antaranya meninggal dunia," kata Ati.

Ati merinci penambahakan dari lonjakan penderita positif Covid-19 tersebut.

Yakni bertambah 1 orang dari Kabupaten Tangerang dan 2 orang lainnya lagi dari Kota Tangerang Selatan.

"Jadinya ada penambahan 3 orang," ungkapnya.

Gugus Tugas Luncurkan Portal

Hari ini, Rabu (18/3/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 meluncurkan sebuah portal covid19.go.id.

Sebuah laman resmi Gugus Tugas di www.covid19.go.id itu, sebagai sumber informasi resmi mengenai penanggulangan virus corona.

Mengutip siaran pers BNPB, mengingat hingga saat ini, wabah virus corona atau Covid-19 kini menjadi pandemi global.

Sehingga, situs ini diharapkan bisa jadi rujukan resmi untuk informasi satu pintu soal virus corona serta bagaimana mengendalikannya.

Situs covid19.go.id tersebut, dikembangkan Tim Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat untuk Penanggulangan COVID-19.

Tim terdiri dari berbagai elemen yaitu pemerintah, Badan PBB (UNICEF, WHO, dll), mitra pembangunan internasional, organisasi masyarakat sipil dan dunia usaha.

Situs ini bertujuan untuk memastikan publik mendapatkan akses pada informasi resmi dan akurat mengenai penanggulangan wabah COVID-19 di Indonesia.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menegaskan, situasi darurat global akibat pandemi COVID-19 membuat banyak informasi yang beredar di masyarakat tak semuanya akurat.

“Kami menyadari, masyarakat butuh akses pada informasi akurat, cepat dan terpercaya"

"Untuk itulah mengapa situs www.covid19.go.id ini dibuat agar bisa menjadi sumber informasi resmi satu pintu,” kata Doni Monardo, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Doni, situs ini selain sebagai sumber rujukan informasi juga menekankan pesan utama yaitu Lindungi Diri, Lindungi Sesama.

“Pesan utama Lindungi Diri, Lindungi Sesama di situs ini menjadi pengingat kita, agar seluruh rakyat Indonesia bersatu, bekerja sama, gotong royong menghadapi COVID-19,” kata Doni.

Kepala BNPB ini tegaskan upaya menghadapi COVID-19 hanya bisa dilakukan jika semua bekerjasama dan disiplin mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah.

“Di antaranya menjaga jarak aman dengan bekerja, beribadah, belajar dari rumah serta selalu melakukan praktik kebersihan dasar khususnya cuci tangan menggunakan sabun,” ujarnya.

Situs www.covid19.go.id memuat pesan tentang 3 langkah penting untuk dilakukan masyarakat.

Yaitu Cara Mengurangi Risiko Penularan, Cari Informasi Yang Benar dan Apa Yang Perlu Dilakukan bila Sakit.

Data statistik soal jumlah kasus positif COVID-19 diperbarui secara real-time dan diharapkan menjadi acuan untuk berbagai pihak, terutama rekan-rekan media dalam pemberitaan mereka.

Ada pula Hoax Buster yang bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan apakah sebuah informasi tentang COVID-19 merupakan berita benar atau hoax.

Materi Edukasi berisi mengenai berbagai materi edukasi public.

“Kami berkomitmen memberikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat"

"Pengetahuan dan perilaku yang benar adalah elemen penting untuk melawan penyebaran penyakit ini,” kata Doni Monardo.

infocorona.bantenprov.go.id

Ramai informasi simpang siur mengenai wabah virus corona di Indonesia, Pemerintah Provinsi Banten meluncurkan website infocorona.

Diketahui, peluncuran laman infocorona itu juga sekaligus sebagai bentuk meningkatkan kesiapsiagaan Pemprov Banten hadapi wabah virus corona.

Diketahui laman infocorona tersebut di https://infocorona.bantenprov.go.id/

"Peluncuran situs ini dimaksudkan untuk mencegah kesimpang siuran informasi kesiap siagaan Covid-19 khususnya di Provinsi Banten," ujar Kabid Dinas Kominfo Pemprov Banten, Amal Herawan Budhi kepada Warta Kota, Rabu (18/3/2020).

Ia menjelaskan pada situs ini, pengunjung bisa mendapatkan informasi dan data terkait perkembangan Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Banten.

Mulai dari data Orang Dalam Pemantauan (ODP), data Pasien Dalam Pengawasan (PDP), data Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Provinsi Banten, dan data Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Provinsi Banten.

"Pada menu dashboard pengunjung juga bisa mendapatkan berita dan video kesiap siagaan Pemprov Banten terhadap Covid-19"

"Serta nomor kontak Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Banten yang bisa dihubungi oleh masyarakat," katanya.

Meninggal Dunia

Gubernur Provinsi Banten, Wahidin Halim atau yang akrab WH menggunggah rekaman video di akun instagram @wh_wahidinhalim terkait pandemi wabah virus COVID-19 atau corona yang mulai menginfeksi wilayahnya.

Dalam video yang berdurasi 1 menit 21 detik itu, WH mengatakan lima warga Banten telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona. 

Adapun video pemberitahuan itu diunggahnya pada Senin (16/3/2020) sekitar pukul 22.02 WIB.

"Gubernur Banten mengabarkan kepada masyarakat bahwa positif terkena virus corona lima orang warga Banten. Dua orang tinggal di kecamatan Kelapa Dua, satu orang tinggal di Kecamatan Curug (Kabupaten Tangerang)," ucap WH dalam video yang diunggahnya itu, Tangerang Selatan, Senin (16/3/2020).

 Manajemen CIMB Niaga Benarkan Satu Karyawannya Positif Corona, Bertugas di Cabang Bintaro,

 Polemik Kedatangan WNA China di Kendari, Perekam Ditangkap, Iwan Sumule: Harusnya Terimakasih

"Satu orang tinggal di Kecamatan Ciledug dan satu orang lagi di Kecamatan Pondok Aren," sambungnya.

Dalam video itu, Ia menjelaskan terdapat satu warga yang berdomisili di Kecamatan Pondok Aren tak dapat diselamatkan nyawanya. 

"Dari lima orang itu, yang positif terkena virus, satu orang dari Pondok Aren tadi sore telah meninggal dunia," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengaku belum mendapat laporan terkait warganya yang meninggal dunia akbiat pandemi virus corona.

 "Saya lagi minta laporan dari Dinkes (Dinas Kesehatan Kota Tangsel) dan Camat Pondok Aren," kata Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie saat dihubungi terpisah, Tangerang Selatan, Senin (16/3/2020).

Karyawan CIMB Niaga positif corona

Sementara itu, manajemen PT Bank CIMB Niaga Tbk membenarkan satu pekerjanya positif terinfeksi virus COVID-19 atau corona.

Hal ini disampaikan oleh Head of Marketing, Brand, and Communications PT Bank CIMB Niaga Tbk, Toni Darusman dalam keterangan tertulisnya.

"PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyampaikan bahwa 1 (satu) orang karyawan telah dinyatakan Positif terkena virus Corona (COVID-19)," tulisnya saat dikonfirmasi, Tangerang Selatan, Senin (16/3/2020).

Menurutnya, saat ini  pasien positif corona tersebut itu telah ditangani pihak medis yang khusus melakukan perawatan pandemi wabah virus corona ini.

"Kami bersyukur saat ini karyawan tersebut dalam kondisi stabil dan sudah ditangani dengan baik di salah satu rumah sakit yang dirujuk oleh pemerintah," jelasnya.

Sementara itu, demi mengantisipasi penyebaran berita yang tak sesuai fakta, pihaknya memastikan bahwa karyawan itu bukan pekerja yang berhubungan langsung dengan nasabah.

Kronologi

Toni kemudian menuturkan kronologis satu pekerjanya yang positif corona itu.

Karyawan itu, dikatakan Toni, dinyatakan mengalami sakit sejak Februari 2020 lalu.

Karyawan tersebut juga tidak bekerja sejak melaporkan kondisi kesehatannya yang menurun.

 "Karyawan tersebut adalah karyawan yang bekerja di back office di Griya Niaga 1 Bintaro dan tidak berinteraksi langsung dengan nasabah," kata Doni.

"Terakhir masuk kerja tanggal 28 Februari 2020 sebelum mengalami gejala sakit."

"Selanjutnya pada 2 Maret 2020 yang bersangkutan mulai dirawat di rumah sakit, sampai akhirnya dinyatakan positif Covid-19 pada hari Minggu 15 Maret 2020," sambungnya.

Hasil Rapat Terbatas

Gubernur Banten Wahidin Halim menggelar rapat terbatas bersama sejumlah Kepala Daerah Tangerang Raya, Minggu (15/3/2020).

Rapat terbatas itu membahas tentang pencegahan penyebaran virus corona  digelar di Pendopo Bupati Tangerang, Jalan Kisamaun, Pasar Lama, Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan pantauan Warta Kota di lokasi, para pemimpin se-Tangerang Raya hadir sejak pukul 13.00 WIB - 15.00 WIB.

Wahidin Halim mengenakan masker N95 saat memimpin rapat tersebut.

Sedangkan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengenakan kemeja batik.

Sedangkan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengenakan kerudung dan kemeja putih.

Ketiga kepala daerah Tangerang tidak mengenakan masker saat mengikuti rapat terbatas tersebut.

"Kami koordinasi melakukan pencegahan terkait penyebaran virus corona," ujar Wahidin.

Wahidin Halim menjelaskan, sejumlah kegiatan keramaian diimbau untuk ditiadakan seperti apel pegawai dan lain sebagainya.

"Apel tidak ada, tapi ASN (aparatur sipil negara--Red) tetap masuk kerja di kantor," ucapnya.

Layanan publik lainnya juga tetap dioperasikan.

Sedangkan untuk kegiatan belajar dan mengajar di sekolah untuk sementara ditiadakan selama dua pekan.

"Sekolah libur sampai dua pekan," kata pria yang akrab disapa WH ini.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menambahkan, sekolah diliburkan mulai Senin (16/3/2020) hingga dua minggu kedepan di semua tingkat pendidikan.

"Seperti TK, SD, SMP dan juga SMA," kata Ahmed  Zaki.

Ahmed Zaki mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan untuk meminimalisir penyebaran virus corona atau COVID-19.

Menurut Ahmed Zaki,  pemerintah pusat sampai saat ini telah mengumumkan sebanyak 117 pasien positif corona di Indonesia.

"Kami juga meniadakan kegiatan-kegiatan keramaian lainnya untuk pencegahan," Ahmed Zaki.

(M23/DIK/CC/Rizki Amana/Wartakotalive.com)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved