Virus Corona

Shelter Ojol di Stasiun Depok Lama di Tutup, Sejumlah Penghasilan Pengemudi Ojol Turun Drastis

Setelah alun-alun Kota Depok, kini shelter online Stadela atau pangkalan ojek online (Ojol) yang berlokasi di Jalan Kartini Raya ditutup

Shelter Ojol di Stasiun Depok Lama di Tutup, Sejumlah Penghasilan Pengemudi Ojol Turun Drastis
Wartakotalive/Vini Rizki Amelia
Pangkalan ojek online Stadela ikut tutup demi menghindari wabah virus corona 

WARTAKOTA--- Merespon Surat Edaran (SE) Wali Kota Depok tentang pembatasan aktivitas di luar rumah, sejumlah tempat keramaian untuk sementara ditutup karena adanya wabah virus corona.

Setelah alun-alun Kota Depok, kini shelter online Stadela atau pangkalan ojek online (Ojol) yang berlokasi di Jalan Kartini Raya, Pancoran Mas, Depok atau dekat Stasiun Depok Lama (Stadela) ditutup.

Pengumuman diterbitkan pada Minggu (15/3/2020) melalui pesan singkat dan juga media sosial.

Saat disambangi, pintu masuk Shelter Online Stadela ditutup dengan melintangkan tali rafiah dan selembar spanduk pemberitahuan penutupan shelter untuk sementara.

UPDATE, Orang Dalam Pemantauan dan Pengawasan Virus Corona di Kota Bekasi Jadi 32

Penumpukan Penumpang Transjakarta, Anggota DPRD Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Pembatasan Armada

"Kita merujuk pada himbau wali kota Depok, mengingat kaitan dengan virus Corona yang sedang merebak saat ini," tutur pengelola Shalter Stadela Ramdani kepada wartawan di Shelter Stadela Online, Pancoran Mas, Depok, Senin (16/3/2020).

Ramdani mengatakan, Shelter Online Stadela difugsikan sebagai tempat para pengemudi ojol untuk mengambil penumpang.

"Selain itu juga biar nggak mengganggu lalu lintas di sekitar sini (Stadela)," tuturnya.

Sampai dengan Senin (16/3/2020) siang, Ramdani mengatakan banyak dari para pengemudi ojol yang mengeluhkan sepinya orderan akibat SE Wali Kota Depok.

"Dampaknya menurun ya. Sepi penumpang, karena memang masih banyak driver yang tetap bekerja," katanya.

Sementara itu, seorang pengemudia ojol, Rifai mengatakan sejak SE diterbitkan, pendapatannya langsung turun.

"Ya berkurang pasti, karena kan banyak yang diam di rumah apalagi anak sekolah juga diliburin," paparnya.

Penurunan penghasilan itu, kata Rifai anjlok hingga nyaris 80 persen dari biasanya.

"Saya dari pagi sampai sebelum Zuhur aja biasa dapet 8 orderan atau lebih, hari ini dari jam 7 pagi sampe siang baru dapet dua (orderan) doang," ujarnya.

Namun begitu, Rifai memaklumi dan menerima kondisi yang sedang terjadi di tanah air khususnya di Depok.

"Tapi ya namanya memang lagi dapat musibah, ya kita paham ajalah. Mudah-mudahan semua kembali sehat dan (keadaan) normal lagi seperti biasa," katanya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved