Virus Corona

MRT Dibatasi karena Virus Corona Mudah Tersebar, Pengguna di Stasiun Dukuh Atas Antre Berjubel

Antrean pengguna MRT malah kontradiktif bagi upaya pencegahan penyebaran virus corona yang digembar gemborkan pemerintah.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah penguna MRT di Stasiun Dukuh Atas terlihat antre berjubel, Senin (16/3/2020). 

Antrean pengguna MRT sebagaimana terlihat di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat malah kontradiktif bagi upaya pencegahan penyebaran virus corona yang digembar-gemborkan pemerintah.

Pemprov DKI membuat kebijakan memotong jadwal operasional baik bus TransJakarta, MRT, dan LRT.

Jadwal keberangkatan MRT diubah dan berangkat setiap 20 menit.

Kebijakan ini justru kontradiktif dengan upaya pencegahan wabah virus corona karena menciptakan kerumunan calon penumpang yang akan menggunakan alat transportasi massal ini harus mengantre dengan beberapa penumpang lainnya.

Antrean pengguna MRT Jakarta.
Antrean pengguna MRT Jakarta. (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Salah satunya stasiun MRT Dukuh Atas misalnya, pantauan Wartakotalive.com sejumlah penumpang nampak mengantre didepan pintu masuk Stasiun MRT Dukuh Atas, bahkan jarak antre antara penumpang tak kurang dari 1 meter.

Najwa Shihab Gaungkan Gerakan #dirumahaja, Efektif Tekan Penyebaran Virus Corona

Beberapa petugas pun juga nampak mengatur masuknya para penumpang yang akan mengunakan transportasi masal ini, selain itu antrean tak hanya di pintu masuk stasiun tapi juga di pintu masuk menuju kereta MRT.

Salah satu penumpang, Lisa (33) mengatakan mengatakan hampir setengah jam mengantre ia belum bisa masuk ke area dalam Stasiun.

"Udah setengah jam antre tapi belum masuk juga, katanya di dalem juga lagi ngantre juga," kata Lisa di Stasiun MRT Dukuh Atas, Senin (16/3/2020).

Lisa mengaku kondisi antrean seperti ini justru dinilai rentan akan terdampak penyebaran corona, sebab tidak ada batasan jarak antar penumpang yang tengah mengantre.

Ikatan Ahli Kesehatan Usul Pasien Suspect Virus Corona Tak Mau Diisolasi Dikenakan Denda

"Kalo antre kondisinya kayak gini saya pikir dampak kena corona malah justru lebih besar, seharusnya ada jarak antrian, bisa pakai lakban buat pembatasnya," katanya.

KEPADATAN calon penumpang di Halte Cawang-UKI, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (16/3/2020). Kepadatan di dalam tersebut menyambung ke antrean di luar halte.
KEPADATAN calon penumpang di Halte Cawang-UKI, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (16/3/2020). Kepadatan di dalam tersebut menyambung ke antrean di luar halte. (Istimewa)

Meski ia mengaku tetap terlambat masuk kerja, perusahaanya tetap memaklumi kondisi saat Ini, meski begitu perlu evaluasi terkait pembatasan ini.

Akhirnya Restoran di Ancol Taman Impian Juga Ditutup 2 Minggu untuk Minimalkan Sebaran Virus Corona

Sementara itu salah satu penumpang, Indra (30) mengatakan justru tak setuju dengan pembatasan seperti Ini, sebab dengan begitu akan menyulitkan para pekerja yang tetap masuk.

"Harusnya dibanyakin armada biar penumpang yang masuk dikit-dikit ngam numpuk, ini malah headway 20 menit," ujarnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved