Breaking News:

Pertanian

Kementerian Pertanian Dinilai Punya Program Jangka Panjang Menjanjikan, Begini Penjelasannya

KEMENTERIAN Pertanian dibawah pimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dinilai memiliki program jangka panjang yang sangat baik.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Fred Mahatma TIS
Dok. Kementerian Pertanian
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Fokus Grup Diskusi Aliansi Kebangsaan bersama Forum Rektor Indonesia (FRI) di Auditorium Andi Hakim IPB Dramaga, Bogor, Rabu (26/2/2020). 

KEMENTERIAN Pertanian dibawah pimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dinilai memiliki program jangka panjang yang sangat baik untuk mendukung sektor pertanian.

Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Sujarwo mengatakan latar belakang Syahrul yang punya pengalaman birokrasi melihat pertanian dalam perspektif jangka panjang.

"Terlihat dari upaya memotret pertanian existing dengan memanfaatkan IT, dan updating data yang akurat melalui garda terujung BPP dan penyuluh," kata Sujarwo dalam keterangan resminya, Sabtu (14/3/2020).

Tolak Omnibus Law Cipta Kerja, Fadli Zon: Ancam Sektor Pangan dan Pertanian Nasional

Lahan Pertanian Menyusut Bukan Hanya di Indonesia Tapi Asia, Jangka Panjang Butuh Lumbung Pangan

Alih Fungsi Lahan Pertanian Rusak Ekologi Pedesaan, Pemerhati Lingkungan: Berujung Kemiskinan Petani

Menurut Sujarwo, updating dan perbaikan akurasi data sangat penting mengingat lahan pertanian yang semakin mengecil akibat alih fungsi lahan.

Tahun 1970an rata-rata lahan per petani kurang lebih sekitar 0.85 ha. Sementara lahan yang ada semakin menyempit hingga sekitar 0.3 ha per petani.

"Namun hal tersebut harus dilakukan secara simultan diikuti dengan implementasi industri 4.0 di pertanian melalui korporasi pertanian dan petani muda pertanian," katanya.

Untuk mengatasinya, diperlukan kemampuan pemerintah membentuk mechanism design sehingga para petani mau berkorporasi atas kesadarannya sendiri.

"Pemerintah lewat Kementan sangat baik bila menguatkan linkages dengan Perguruan Tinggi dan lembaga terkait lainnya dalam membangun kelembagaan lokal petani," terangnya.

Selain itu, upaya Kementan dengan program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) untuk meningkatkan ekspor produk pertanian dinilai mampu mendobrak nilai ekspor pertanian.

"Saya kira sangat strategis didorong untuk mengangkat daya saing produk pertanian nasional dan lebih aware atas peluang pasar yang lebih luas," tuturnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved