Berita Video

VIDEO: Bawaslu Kota Tangsel Resmikan Sekretariat Gakkumdu Tekan Angka Pelanggaran Pilkada Tangsel

Ratna memaparkan gencarnya sosialisasi itu dilakukan untuk menekan angka ketidak netralan ASN yang terdata sebagai pemilik suara yang sah.

VIDEO: Bawaslu Kota Tangsel Resmikan Sekretariat Gakkumdu Tekan Angka Pelanggaran Pilkada Tangsel
Warta Kota
Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo. (Warta Kota/Rizki Amana) 

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu RI), Ratna Dewi Pettalolo sebut pihaknya terus mensosialisasikan netralitas Aparatur Sipil Negara atau ASN dalam perhelatan Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan. 

Ratna memaparkan gencarnya sosialisasi itu dilakukan untuk menekan angka ketidak netralan ASN yang terdata sebagai pemilik suara yang sah.

Sebab, banyak dari pegawai plat merah yang turut ikut mennyalonkan diri sebagai Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan pada Pilkada 2020 Kota Tangsel ini. 

Ia mengatakan sosialisasi itu direalisasikan secara masif oleh Bawaslu RI bersama instansi pemerintah lainnya.

"Langkah-langkah sosialisasi soal netralitas ASN ini harus dilakukan secara masif sehingga bisa menjangkau seluruh daerah yang akan Pilkada dengan harapan ada penurunan angka pelanggaran soal netralitas ASN," kata Ratna saat ditemui di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (13/3/2020).

"Kemudian yang kedua kami melakukan komitmen dalam bentuk MoU dengan komisi ASN dan juga dengan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri). Ini sebagai langkah antisipasi agar proses penegakkan hukum terhadap netralitas ASN ini betul-betul menjadi perhatian," sambungnya.

Selain memaparkan langkah penekanan netralitias sosial, pihaknya juga melangsungkan peresmian rumah Sekretariat Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Kota Tangsel. 

Menurutnya adanya Rumah Sekretariat Gakkumdu Bawaslu Kota Tangsel dapat dijadikan masyarakat sebagai tempat pengaduan bila terdapat hal yang melanggara dalam penyelenggaran Pilkada 2020 Kota Tangsel.

"Adanya sekrteriat ini, Pilkada ini nanti tidak dilangsungkan dengan 3 hal yang cukup keras mewarnai Pemilu 2019, yaitu pertama politik uang, kedua politisasi sara, dan ketiga hoaks," tandasnya. (m23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved