Sabtu, 25 April 2026

Pilkada Tangsel

UPDATE Dikritik Soal Pasangannya, Benyamin: Tak Penting Dipermasalahkan

Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie sebut tak ada masalah bagi Pilar Saga Ichsan maju bersamanya dalam perhelatan Pemil

Wartakotalive.com/Rizki Amana
Bacalon Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rizki Amana

SERPONG, WARTAKOTALIVE.COM - Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie sebut tak ada masalah bagi Pilar Saga Ichsan maju bersamanya dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan.

Pasalnya, beredar kabar akan hadirnya Pilar sebagai pasangannya yang merupakan putra asal Serang, Banten.

Menurutnya hal itu tak seperlunya dipermasalahkan.

Sebab, dalam menjadi pemimpin dan wakilnya bukan dinilai berdasarkan asal daerah melainkan kompetensinya.

"Siapapun anak bangsa, yang tergerak hati dan pikirannya untuk memimpin di Tangsel punya hak yang sama.

"Mau dari mana tidak mengenal daerah, yang penting dia punya niat untuk berjuang," kata Benyamin saat ditemui di bilangang, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (12/3/2020).

"Jadi saya kurang sepakat kalau umpamanya di segmentasi (bacalonnya). Siapa aja enggak masalah sepanjang aturan Undang-Undang (UU) memperbolehkan," lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Hanura, Amar yang mengkritik Golkar dalam mengusung Pilar sebagai pasangan dari Benyamin.

Ia menuturkan agar masyarakat mempertimbangkan pilihannya kepada calon yang memiliki kepentingan politik untuk rakyat bukan kelompok

"Golkar dapat 10 (kursi) ngusung orang Serang (Banten) yang milih orang Tangsel. Gimana tuh masyarakat bisa berkaca," katanya saat dihubungi, Tangerang Selatan, Kamis (12/3/2020). (m23)

Benyamin Davnie Optimis Digandeng Sejumlah Partai Besar

Benyamin Davnie mulai bergerilya mencari dukungan sejumlah partai politik dalam mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tangerang Selatan. Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tangsel itu mengaku optimisi digandeng sejumlah partai besar pada kontestasi ini.

Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan penjaringan bakal calon Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Tangsel periode 2020 - 2025 di Kantor DPC PKB Tangerang Selatan. Sebelumnya lelaki yang akrab disapa Bang Ben itu telah mendaftarkan dirinya juga ke PDIP.

"Kalau Golkar sudah komunikasi sejak awal. Sekarang mulai berikan formulir pendaftaran di PKB," ujar Benyamin, Senin (14/10/2019).

 VIDEO: Serunya Lomba Mancing Kejaksaan Negeri Jaksel dan Pokja Wartawan Jaksel

Menurutnya dirinya telah menjalin komunikasi pertama kali dengan partai berlambang beringin ini sejak memutuskan ikut dalam Pilkada. Benyamin juga menyebut sudah meminta restu kepada Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Terlebih Airin merupakan Ketua DPD dari Partai Golkar. Dan Golkar mengantongi 10 kursi pada Pileg kemarin.

"Saya optimisi diusung PKB dan Golkar," ucapnya.

Kendati demikian Benyamin menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan partai. Ia pun tetap menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah partai politik lainnya.

"Mudah - mudahan nanti ketika partai membuka penjaringan saya akan ikuti prosesnya," kata Benyamin. (dik)

Sebelumnya, sejumlah bakal calon mulai melakukan pendaftaran penjaringan di partai politik. 

Satu di antaranya yakni puteri dari Wakil Presiden Indonesia terpilih periode 2019 - 2024 Maruf Amin yakni Siti Nur Azizah

Azizah menyatakan kebulatan tekadnya dalam kontestasi Pemilihatan Wali Kota Tangerang Selatan tersebut.

"Saya bulatkan dekad ikuti mekanisme yang ada," ujar Azizah saat berbincang santai dengan Warta Kota di bilangan BSD, Tangsel, Senin (16/9/2019).

Ia menjelaskan dirinya telah mengikuti proses penjaringan yang mulai dibuka oleh partai politik. Azizah pun sudah mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota ke PDIP. 

"Tahap pertama yang membuka penjaringan PDIP, ya sudah saya daftar. Mengikuti bagaimana mekanisme bakal calon yang diselenggarakan partai - partai politik," ucapnya.

Ia mengungkapkan akan lebih terbuka menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol. Terlebih basis suara pendukungnya. 

"Abah (Maruf Amin) kan dari NU (Nahdlarul Ulama). Saya akan perkuat basis saya di situ. Dan juga percaya diri didukung oleh Partai yang berbasis suara NU seperti PKB serta PPP," kata Azizah. (dik)

Denny JA Sebut Fahd Pahdepie Membuat Pilkada Tangsel Berkualitas

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memberi komentarnya terkait Pilkada Tangerang Selatan.

Menurut salah satu founding fathers profesi konsultan politik di Indonesia itu, kemunculan kandidat-kandidat yang membawa gagasan ke dalam kontestasi Pilkada di sebuah daerah mendongkrak kualitas demokrasi di daerah tersebut.

Ia mencontohkan kemunculan Fahd Pahdepie, salah satu bakal calon walikota Tangsel yang membawa jargon politik gagasan sekaligus menggerakkan pemilih muda dan urban sebagai satu bentuk kesegaran untuk politik Tangsel.

"Berbeda dengan banyak calon kepala daerah, Fahd Pahdepie datang dengan gagasan yang kuat."

"Tapi berbeda pula dengan banyak intelektual, Fahd terbiasa dengan 'get the things done', membumikan gagasan." Ungkapnya saat dimintai keterangan.

Menurut doktor ilmu politik dari Ohio State University ini, kemunculan tokoh-tokoh baru dalam politik lokal, apalagi dengan gagasan yang kuat, sangat baik untuk iklim demokrasi. "Fahd membuat pilkada Tangsel berkualitas." Ujarnya.

Fahd Pahdepie merupakan tokoh muda yang mencuat namanya sejak menyatakan maju menjadi salah satu bakal calon walikota/wakil walikota di Tangerang Selatan.

Di berbagai survei namanya kerap muncul. Ia merupakan kandidat termuda dari seluruh bacawalkot di Tangsel.

Benyamin Davnie Blusukan

Nama Benyamin Davnie turut meramaikan bursa pencalonan wali kota Tangerang Selatan dalam Pilkada 2020.

Untuk memastikan langkahnya, pria yang kini menjabat sebagai wakil wali kota Tangsel tersebut blusukan ke masyarakat sejak pertengahan 2019 lalu.

Kini, mendekati kontestasi politik lima tahunan, Benyamin bakal menampang diri dalam 20 baliho.

"Kita lakukan kontrak dengan pemiliknya selama satu bulan. Kalau target sih ya 20 baliho saja, ini bertahap saja," kata Benyamin saat dihubungi, Kamis (13/2/2020).

Menurut Benyamin, pemasangan foto diri pada baliho yang bakal ada di titik-titik jalan besar wilayah Tangerang Selatan merupakan cara pengenalan dirinya kepada masyarakat setelah melakukan blusukan.

"Kemarin saya cara memperkenalkannya dengan cara turun. Mulai dari awal November dan seterusnya, ada acara maulidan saya turun, sekarang saya memperkenalkan dirinya lewat baliho," katanya seperti dikutip Kompas.com.

 Terkait pemasangan baliho, Benyamin menilai untuk saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengenai sosoknya kepada masyarakat.

"Kalau sekarang saat yang tepat kalau saya memperkenalkan sosok saya kepada masyarakat. Dalam politik itu popularitas menjadi salah satu faktor, oh ini aki-aki, namanya Benyamin. Memang populer harus dinaikkan terus, dipertahankan," ucapnya.

Balon Walikota Jalur Independen Mundur

Sementara itu bakal calon (Balon) wali kota Tangerang Selatan jalur independen, Suhendar, memastikan mundur dalam pertarungan Pilkada 2020 setelah tak memenuhi syarat Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam persyaratan KPU, calon independen harus mendapatkan 71.143 surat dukungan calon pemilih. Namun, Suhendar hanya mampu mengumpulkan 54.456 dukungan KTP masyarakat Tangsel.

"Dukungan minim dari tujuh kecamatan itu terjadi di Kecamatan Serpong Utara," kata Suhendar di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (12/2/2020).

Menurut Suhendar, kesulitan mendapatkan dukungan di wilayah tersebut karena masyarakat lebih banyak tinggal di perumahan atau cluster.

Sehingga, kondisi tersebut membuat Suhendar sulit untuk sosialisasi selama enam bulan pengumpulan tanda tangan dan KTP.

"Praktiknya saya bangun komunikasi tanpa jarak. Artinya apa? Kepada siapa pun saya terbuka, karena sebabnya saya menyebar nomor ponsel saya buat membangun kesetaraan. Agar momen pilkada ini menjadi momen untuk kita melakukan perubahan di Tangsel," kata dia seperti ditulis Kompas.com.

Dalam persyaratan KPU, calon independen yang akan maju dalam Pilkada Tangerang Selatan 2020 harus memiliki minimal 71.143 surat dukungan calon pemilih.

Dukungan tersebut harus tersebar di lebih dari 50 persen pada 7 kecamatan di Kota Tangsel.

Adapun syarat pendukung adalah warga Tangsel yang usianya sudah 17 tahun, dan terdaftar di DPT atau di Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Disdukcapil.

Sehingga, jika dukungan kurang dari angka 71.143 para bakal calon independen tidak dapat maju dalam mengikuti kontestasi politik lima tahunan tersebut.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved