Permentan Soal HET Pupuk, PT Pupuk Kujang Jamin Ketersediaan Untuk Petani

"Nitroku merupakan produk pupuk NPK berbasis nitrat yang terbukti dapat meningkatkan produktifitas tanaman buah dan hortikultura

istimewa
Direktur Komersil PT Pupuk Kujang, Rita Widayati dan Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo, saat kunjungannya pada Kujang Festival beberapa hari lalu. 

Perubahan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi menjadi Permentan Nomor 10 Tahun 2020, menyebabkan distribusi pupuk bersubsidi khususnya di wilayah Jawa Barat mengalami kenaikan.

Direktur Komersil PT Pupuk Kujang, Rita Widayati menjamin ketersediaan pupuk untuk para petani.

Dikatakannya, lokasi pupuk urea dalam Permentan 1 Tahun 2020 yakni sebesar 249.748 ton. Namun dalam Permentan Nomor 10 tahun 2020, menjadi 388.400 ton. Sedangkan untuk pupuk NPK, sambung Rita, dari 194.932 ton menjadi 320.138 ton.

"Kami akan selalu memastikan keberadaan pupuk tetap tersedia untuk para petani," katanya seperti dikutip dari siaran persnya, Kamis (12/3/2020).

PT Pupuk Kujang, lanjut dia, mengembangkan produk-produk pupuk ritel dengan kandungan unsur hara yang tepat sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen komoditas hortikultura.

Salah satu produk unggulannya, yaitu Pupuk Nitroku yang diproduksi 10.000 ton per tahun.

"Nitroku merupakan produk pupuk NPK berbasis nitrat yang terbukti dapat meningkatkan produktifitas tanaman buah dan hortikultura secara signifikan seperti melon, cabai, sawi, bawang merah, bunga kol dan lain-lain," ujar wanita yang belum lama ini menikah dengan Bindra Setya Utama.

Rita mengatakan, produk lain yang menjadi andalan yaitu pupuk NPK Jeranti yang diproduksi 1.000 ton per tahun dengan bentuk tablet.

Pupuk ini memiliki keunggulan slow release, sehingga kebutuhan nutrisi tanaman dapat dipenuhi sepanjang waktu.

Untuk menjaga keseimbangan unsur hara tanah, Pupuk Kujang juga memiliki produk pupuk organik berbentuk serbuk dengan merek Excow yang diproduksi 1.000 ton per tahun. Selain itu, juga ada pupuk organik cair dengan merek Bion Up yang diproduksi 60 ton per tahun.

VIDEO: Gubernur Banten Umumkan Ada 4 Warganya yang Positif Terkena Corona

VIDEO: Janin Dibuang di Toilet Parkiran Pusat Perbelanjaan di Kelapa Gading Berusia 28 Minggu

VIDEO: Benyamin Davnie Resmikan Rumah Sahabat Ben

"Pupuk organik ini mempunyai fungsi menjaga tanah agar dapat memproduksi tanaman yang berkualitas secara berkelanjutan," kata Rita.

Dengan pupuk berkualitas tinggi serta kawalan teknologi yang tepat, lanjutnya, petani binaan Pupuk Kujang dapat menghasilkan hasil panen yang berkualitas standar ekspor sehingga memiliki peluang ekspor ke negara-negara eropa.

Menurutnya, PT Pupuk Kujang selalu berupaya membantu menaikan kesejahteraan para petani lokal dengan mengembangkan pupuk unggulan yang dapat meningkatkan hasil pertanian dan membuka peluang keran ekspor.

"Saya optimis, ke depan kita akan ekspor produk pertanian dengan kualitas yang baik dengan harga yang tinggi," ujar Rita.

Produk-produk PT Pupuk Kujang sudah tersedia di marketplace dengan nama Id kujangdigimart sehingga menjangkau konsumen urban farming dimanapun berada.

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved