HIPMI Jaya: Industri Produk Tembakau Alternatif Berpotensi Besar untuk Dikembangkan

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia, Aryo Andrianto mengatakan penetapan cukai sebesar 57 persen sangat membebani pelaku usaha dan konsumen

HIPMI Jaya: Industri Produk Tembakau Alternatif Berpotensi Besar untuk Dikembangkan
istimewa
Tembakau alternatif 

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) menyatakan dukungan terhadap adanya perkembangan industri produk tembakau alternatif dalam negeri.

Sekretaris HIPMI Jaya, Arief Satria Kurniagung mengatakan industri produk tembakau alternatif atau rokok elektrik merupakan inovasi dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

“Ini merupakan industri baru yang dapat membuka lapangan pekerjaan. Ini kan bisa diproduksi pengusaha lokal dan peluangnya terbuka luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang,” ujar Arief, Kamis (12/3/2020).

Prajurit Yonmarhanlan V Terima Penyuluhan Hukum Dari Pomal Lantamal V

Penutupan Pekan Orientasi Tamtama Remaja Yonkes 2 Marinir

Ini Beberapa Cara yang Dilakukan Pengguna KRL sebagai Upaya Pencegahan Penularan Virus Corona

Arief memaparkan saat ini masih banyak terjadi pro dan kontra terkait seperti Kementerian Kesehatan yang mewacanakan pelarangan terhadap produk tembakau alternatif.

Sementara pemerintah mengenakan tarif cukai hingga 57 persen untuk produk tembakau alternatif. Pemerintah pun dipandang perlu mengkaji regulasi produk tembakau alternatif.

“Pelaku industri siap untuk berdialog. Jadi, kebijakan yang dihasilkan lebih efektif,” katanya.

Apalagi, produk tembakau alternatif seperti esens tembakau (vape), produk tembakau yang dipanaskan, dan inovasi lainnya merupakan bagian dari perkembangan teknologi global.

“Sekarang ini produk tembakau alternatif sudah beredar dan diterima oleh masyarakat, jadi harus didukung oleh regulasi untuk berkembang juga,” tambah Arief.

Sementara itu Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto mengatakan penetapan cukai sebesar 57 persen sangat membebani pelaku usaha dan juga konsumen.

Dua Pasien Negatif Virus Corona di RSPI Sulianti Saroso Batal Dipulangkan

Imbas Pipa Gas Bocor, Ini Alternatif SPBU Terdekat Di Cakung

Batalyon Arhanud 1 Marinir Gelar Latihan Speed Mars

Menurut Aryo, pemerintah harus merapikan banyak aturan khususnya aturan cukai supaya tidak sampai memberatkan pelaku usaha yang mayoritas masih masih berbasis UMKM.

“Industrinya baru, jadi kita perlu menyiapkan (regulasi) untuk menata industri ini jauh lebih baik,” kata Aryo.

Menurut Aryo, seharusnya produk tembakau alternatif tidak dikenakan tarif cukai tertinggi dengan mempertimbangkan profil risiko yang lebih rendah dari rokok konvensional.

“Industri produk tembakau alternatif masih didominasi pemain dari sektor UMKM. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian karena industri ini sedang berusaha untuk berkembang,” kata Aryo.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved