Cegah DBD, Warga Kota Bekasi Diminta Jadi Jumantik di Rumah Sendiri

Cegah DBD, Warga Kota Bekasi Diminta Jadi Jumantik di Rumah Sendiri. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Cegah DBD, Warga Kota Bekasi Diminta Jadi Jumantik di Rumah Sendiri
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Seorang pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) tengah di rawat di RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Rabu (11/3/2020). 

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi meminta warga untuk menjadi Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di rumahnya sendiri.

Hal itu sebagai langkah efektif dalam pencegahan demam berdarah dengue atau DBD yang berasal dari jentik nyamuk aedes aegypti.

"Jangan bilang peduli DBD jika belum menjadi Jumantik di rumah sendiri," kata Kepala Dinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, pada Kamis (12/3/2020).

Tanti menerangkan ada sejumlah upaya dalam penanggulangan DBD selain menjadi Jumantik di rumah sendiri. Mulai dari gerakan pemberantasan sarang nyamuk maupun gerakan satu rumah satu jumantik.

Teguh Handoko : Sistem Filsafat Pancasila Itu Belum Ada.

"Karena ini yang dirasa paling efektif dari pada fogging," jelas dia.

Secara teknis lapangan, Dinas Kesehatan telah memiliki whatsapp grup puskesmas dan rumah sakit untuk mempercepat koordinasi dan pelaporan kasus.

Kemudian dilakukan gerakan serentam PSN di lingkungan Lapas Kelas IIA Bekasi, untuk mencegah penyebaran kasus DBD di lingkungan Lapas khusus warga binaan

"Kami juga ada whatsapp grup perwakilan kader Jumantik se kota Bekasi, untuk menggerakan kader-kader Jumantik supaya lebih giat dalam membantu penanggulangan kasus DBD," beber Tanti.

Upaya lain ialah, kata Tanti, dengan mengoptimalkan kelompok kerja (Pokja) DBD tiap Kelurahan, pembentukan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) di setiap kelurahan yang bersinergitas dengan Puskesmas.

3 Pasien Virus Corona yang Sembuh Dimonitor Puskesmas Tempat Tinggalnya untuk Pemantauan Medis

"Tentunya jaga kebersihan, karena masa peralihan musim peningkatan penyebaran DBD meningkat. Jaga kebersihan rumah dan lingkungan, aktifkan kader jumantik hingga lakukan gerakan 3 M plus pada kegiatan PSN," papar dia.

Untuk diketahui, kasus DBD Kota Bekasi ada 109.

Data 109 pada Januari-Februari 2020 ini. Bulan Januari ada 45 kasus dan Februari ada 64 kasus DBD.

Angka itu tersebar diseluruh kecamatan, akan tetapi untuk 2020 ini ada tiga kecamatan terbesar jumlah penyebarannya yakni Bekasi Barat, Rawalumbu, dan Pondok Gede.

Angka tahun ini menurun dibandingkan tahun 2019 pada periode yang sama. Pada 2019 pada Januari ada 128 kasus dan Februari 71 kasus dengan satu orang meninggal.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved