Breaking News:

Uang Palsu

Waspada, Polisi Sebut Rp 300 Juta Uang Palsu Beredar di Kota Tangsel Sejak Dua Tahun Lalu

Waspada, Polisi Sebut Rp 300 Juta Uang Palsu Beredar di Kota Tangsel Sejak Dua Tahun Lalu

Penulis: Rizki Amana | Editor: Wito Karyono
Warta Kota
Wakil Kapolres Kota Tangsel, Didik Putra Kuncoro bersama jajarannya saat merilis kasus peredaran dan perecetakan uang palsu. (Warta Kota/Rizki Amana) 
 Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebut ratusan juta rupiah uang palsu telah beredar di wilayah Kota Tangsel dalam kurun waktu dua tahun terkahir. 
Kasat Reskrim Polres Kota Tangsel, AKP Muharram Wibisono mengatakan jumlah uang palsu yang beredar tersebut hanya pada pecahan Rp 100 ribu. 
"Selama dua tahun kurang lebih sudah hampir Rp 300 juta uang palsu yang berhasil mereka transaksikan," kata Muharram saat ditemui di Mapolres Kota Tangsel, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (11/3/2020).
Muharram mengatakan peredaran uang palsu itu bukan dilakukan oleh para tersengkan percetakan uang palsu.
Sebab, dua dari tiga tersangka yang telah diamankan polisi mengaku uang palsu tersebut hanya dijualnya kembali kepada para calon pembelinya atau penadah. 
Sementara dua tersangka yang diamankan polisi masing-masing berinisial AM (61) dan R (25).
Sedangkan, satu tersangka lain berinisial M (45) masih dalam pengejeran pihaknya dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang atau DPO. 

Pasar Taman Royal Mangkrak, Sachrudin Desak Pengembang Bertanggung Jawab

"Para pelaku dan modusnya dia melakukan penjualan di apartemen tersebut sehingga si pihak yang akan membeli dari uang palsu ini akan datang di tempat tersebut," tandasnya. 
Adapun atas perbuatannya, dua tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun kurungan penjara. (m23)
Jumpa Pers Dipimpin Wakapolres

Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ungkap kasus peredaran dan percetakan uang palsu yang berada di kawasan Kota Tangsel. 

Wakil Kapolres Polres Kota Tangsel, Kompol Didik Putra Kuncoro mengatakan tiga orang ditetapkan sebagai tersangka pada kasus percetakan dan peredaran uang palsu itu. 

"Tindak pidana dugaan pemalsuan uang yang dilakukan oleh 3 orang tersangka yang pertama inisial AM (61), yang kedua adalah inisial R (25) dan yang satu inisial M (45) itu merupakan DPO atau daftar pencarian orang," kata Didik saat merilis kasus tersebut di Mapolres Kota Tangsel, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (11/3/2020).

Didik menjelaskan terungkapnya kasus peredaran dan percetekan uang palsu itu bermula dari pengungkapan yang dilakukan oleh Polsek Cimahi, Padalarang, Jawa Barat.

Panitia Formula E Pastikan Biaya Komitmen Rp 360 Miliar Tak Hangus, Meskipun Turnamen Ditunda

Atas masuknya laporan tersebut, Polres Kota Tangsel langsung melakukan proses peneyelidikan dengan keterangan yang dimilikinya. 

Alhasil, polisi membengkuk dua tersangka yang akan bertransaksi dengan penadah yang bakal menerima uang palsu tersebut. 

"Didapatkan kedua orang tersangka ini melaksanakan transaksi di salah satu apartemen di wilayah Pondok Karya, Bintaro (Tangsel)," jelasnya. 

Dampak Virus Corona, Pemerintah Siapkan Stimulus Sektor Ekonomi 6 Bulan ke Depan, Ini Penjelasannya

Selain mendapati dua tersangka, pihaknya turut menyita sejumalah barang bukti alat percetakan beserta tinta dan ratusan uang palsu yang siap diedarkan. 

Adapun atas perbuatannya, dua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun kurungan penjara. (m23)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved