Breaking News:

Uang Palsu

WASPADA, Polisi Sebut Ada Rp 300 Juta Uang Palsu Beredar di Kota Tangsel

Polres Kota Tangerang Selatan sebut ratusan juta rupiah uang palsu telah beredar di wilayah Kota Tangsel dalam kurun waktu dua tahun terakhir

Penulis: Rizki Amana | Editor: Andy Pribadi
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Wakil Kapolres Kota Tangsel, Kompol Didik Putra Kuncoro (tengah) saat merilis pengungkapan kasus peredaran dan percetakan uang palsu bersama jajarannya. 

Pengedar Uang Palsu Pilih Pasar Anyar Tangerang karena Aman Belanjakan Uangnya

Komplotan pengedar uang palsu (upal) di Pasar Anyar, Kota Tangerang digulung jajaran Polres Metro Tangerang.

Menurut Kapolrestro Tangerang, Kombes Pol Abdul Karim, pengedar upal ini sudah dua bulan melancarkan aksinya berbelanja di Pasar Anyar Tangerang.

Pemilihan lokasi peredaran upal di pasar, kata Karim, sengaja menjadi target pelaku lantaran penjualnya jarang memperhatikan keaslian uang yang diterimanya.

“Di situ (pasar) uang tidak terlalu bisa diidentifikasi, oleh karena itu dijadikan sasaran pelaku,” jelasnya saat merilis pengungkapan kasus peredaran upal di Polrestro Tangerang, Selasa (13/8/2019) kepada Wartakotalive.com.

Terungkapnya kasus upal ini setelah kawanan polisi dari Satreskrim Polres Metro Tangerang menangkap SP di Pasar Anyar, Tangerang, 30 Juli 2019.

Ketika itu SP sedang belanja menggunakan upal.

“Setelah meringkus SP, dilakukan pengembangan hingga berhasil menangkap pasangan suami istri, NG dan Y serta Y,” kata Karim.

Dari pasangan suami istri (pasutrri) itu, polisi menyita barang buikti uang palsu Rp 40.850.000 yang terdiri dari pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Tidak hanya uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang sudah siap diedarkan, komplotan ini juga memiliki uang palsu yang belum dipotong.

Diketahui bahwa komplotan ini membeli uang palsu seharga Rp 1 juta untuk mendapatkan Rp 3 juta uang palsu.

Polisi pun masih memburu pemasok yang menyediakan upal untuk dijual ke komplotan ini.

Kini keempatnya terancam penjara paling lama sampai 15 tahun akibat dijerat Pasal 245 KUHP dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang rupiah.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved