Berita Bekasi

UPDATE Kasus DBD di RSUD Kota Bekasi Mulai Meningkat, Ada 149 Kasus hingga Maret 2020

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi terus mengalami peningkatan.

Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Seorang pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tengah di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, pada Rabu (11/3/2020). 

"Diminta warga untuk waspada dan lakukan pemberantasan sarang nyamuk," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati, Rabu (11/3/2020).

 Raja Belanda Minta Maaf Jajah Indonesia, Mahfud MD Bilang Begini

Tanti menerangkan, data 109 pada Januari-Februari 2020, terdiri dari Bulan Januari 45 kasus, dan Februari ada 64 kasus DBD.

Jumlah kasus DBD tahun 2020 menurun hampir 50 persen dengan jumlah DBD pada tahun 2019 lalu.

"Di tahun 2019 ada 199 kasus, tahun 2020 ada sekitar 109 kasus," ujarnya.

 Divonis Lepas oleh MA, Karen Agustiawan Langsung Ingin Kelonan dengan Suaminya

Dari sejumlah kasus DBD yang ada di Kota Bekasi, Tanti menyebut yang meninggal hingga kini belum ada.

"Tahun 2020 ini belum ada, tahun lalu ada satu orang," ucapnya.

Dinkes Kota Bekasi terus melakukan upaya untuk menekan jumlah kasus DBD, pihaknya menyosialisasikan ke warga maupun beberapa pihak terkait.

 Kejagung Masih Tempuh Upaya Hukum Atas Vonis Lepas Karen Agustiawan, Mahfud MD Bilang Sudah Inkrah

Sosialisasi itu berisi kewajiban melakukan pemantauan jentik nyamuk dan pemberantasannya.

"Kami juga tiap kelurahan ada tim jumantik (juru pemantau jentik)."

"Kader atau tim berkeliling ke rumah-rumah dan lokasi rawan yang menjadi tempat nyamuk," beber dia.

 Meski Tak Jabat Ketua Dewan Kehormatan Lagi, Zulkifli Hasan Sebut Amien Rais Selalu Spesial di PAN

Tanti menambahkan, pihaknya juga ada program satu rumah satu jumantik.

Bahkan, pemilik rumah diwajibkan menjadi tim jumantik bagi rumahnya sendiri.

Dinkes juga berkoordinasi dengan Pukesmas agar wilayahnya gencar melakukan gotong royong membersihkan lingkungannya masing-masing.

 DAFTAR Pejabat Dunia yang Terjangkit Virus Corona, Menteri Kesehatan pun Kena

"Kami juga imbau agar masyarakat rutin melakukan 4M, menutup, menguras, mengurus, dan memantau."

"Karena semua ini kembali lagi ke masyarakatnya dalam berperilaku sehat," paparnya.

Sementara, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 51 warga terkena demam berdarah dengue (DBD) selama Januari-Februari 2020.

 Komisi IX DPR Ingatkan Pemerintah: Jangan Terlena Virus Corona, DBD Sudah KLB!

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Irfan Maulana mengatakan, 51 penderita DBD terdiri dari Januari mencapai 30 orang, sedangkan pada Februari mencapai 21 orang.

Ia menyebut angka ini menurun dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.

"Tren menurun dibandingkan periode sebelumnya," kata Irfan, Rabu (11/3/2020).

 Korupsi di Jiwasraya Rugikan Negara 16,81 Triliun, Jaksa Agung: Siapapun Terlibat Saya Perkarakan

Irfan mengungkapkan, pada Januari 2020 ada 85 kasus, kemudian pada Februari mencapai 153 kasus.

Untuk keseluruhan pada tahun 2019 kasus DBD di Kabupaten Bekasi mencapai 512.

"Maka dari itu dilihat secara data angkanya menurun," jelas dia.

 7 dari 13 Pasien Baru Tertular Virus Corona Setelah Pulang dari Luar Negeri, Ada Suami Istri

Adapun faktornya, Irfan menambahkan karena peralihan musim dari panas ke hujan.

Untuk pencegahan, kata dia, intansinya memaksimalkan peran satu rumah untuk satu jumantik.

Ia juga meminta warga peran serta dalam memantau dan memberantas jentik nyamuk.

 MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Mahfud MD: Ya Kita Ikuti Saja

"Tugasnya mendeteksi jentik nyamuk aedes aegypti."

"Lakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk), kegiatan ini harus digiatkan kembali," paparnya.

Sebelumnya, Komisi IX DPR meminta pemerintah turut memperhatikan penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang melanda beberapa daerah.

 Naik Mulai 16 Maret 2020, Ini Besaran Tarif Ojek Online di Jabodetabek

"Jangan terlena dengan covid-19 (virus corona)."

"Karena DBD ini juga sudah KLB (kejadian luar biasa) kondisinya," ujar Anggota Komisi IX DPR Mufida Kurniasih di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

 Jelang Pemilihan Wagub DKI, Ahmad Riza Patria Bakal Lobi Megawati

Penyakit DBD telah melanda masyarakat yang tinggal di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Lampung.

Berdasarkan data yang ada, kata Mufida, korban meninggal karena DBD mencapai 80 orang lebih, dengan jumlah pasien sebanyak 14 ribu lebih.

"Ini lebih banyak dari pasien covid-19 dan juga korban dari covid-19," ucap Mufida.

 RAJA Belanda Menyesal dan Minta Maaf Pemerintahnya Lakukan Kekerasan Saat Jajah Indonesia

Melihat kondisi tersebut, politikus PKS itu menyebut anggota Komisi IX berbagi tugas dalam melakukan pemantauan upaya pemerintah menangani DBD dan virus corona.

"Kami berbagi tugas, siapa supervisi covid-19, siapa supervisi DBD."

"Dan kami minta pemerintah benar-benar harus serius memperhatikan kesehatan masyarakat dari segi macam jenis virus."

 Dua dari Total 19 Pasien Virus Corona Dinyatakan Negtif, tapi Belum Boleh Pulang

"Virus dengue ini akan lebih tinggi bahayanya dibandingkan dengan covid-19, tapi tidak boleh gampangin covid-19."

"Jadi perlu dibikin satu kesatuan kerja," sambung Mufida. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved