Berita Depok

Rektorat Universitas Gunadarma Angkat Bicara Perihal Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswanya

"Sampai saat ini kami Lembaga Survei Profesi mempunyai 31 skema sertifikat yang memperoleh Lisensi Badan Sertifikasi Nasional,” ujarnya.

Rektorat Universitas Gunadarma Angkat Bicara Perihal Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswanya
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Mahasiswa Universitas Gunadarma melakukan aksi unjuk rasa dengan mengawali long march dari Kampus E di Jalan Akses UI, Kelapa Dua menuju Kampus D di Jalan Margonda Raya, Depok, Senin (9/3/2020) 

Rektorat Universitas Gunadarma buka suara terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswanya melalui kajian Aliansi BEM di Gedung Kampus D, Jalan Margonda Raya, Beji, Senin (9/3/2020).

 
Dalam salah satu tuntutannya, ribuan mahasiswa yang berdemo itu menuntut pecah blanko. 

 Wakil Rektor III Universitas Gunadarma Irwan Bastian mengatakan, istilah pecah blanko merupakan kebijakan kampus yang memberikan kemudahan pada mahasiswa atau orang tua untuk mengangsur pembayaran biaya pendidikan.

“Agar bisa melanjutkan perkuliahan. Bahkan kebijakan itu sudah kami lakukan sejak tahun 1998, pada perkembangannya kelonggaran pembayaran tersebut tetap bermanfaat bagi sebagian mahasiswa atau orangtua,” ujar Irwan kepada wartawan, Rabu (11/3/2020).

Kebijakan pecah blanko hingga kini, kata Irwan tetap dilakukan untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa yang mengalami masalah keuangan untuk tetap mengikuti perkuliahan dan tetap memperoleh hak yang sama seperti mahasiswa lainnya.

 
"Penyempurnaan kebijaksanaan pecah blanko salah satunya skema pembayaran yang terbagi dua tahap yaitu sebesar 50:50," tuturnya.

Irwan mengatakan, jika sampai semester berakhir mahasiswa belum dapat memenuhi kewajibannya melunasi sisa pembayaran biaya pendidikan semester, maka nilai semester mahasiswa tersebut tidak dapat ditampilkan dalan studensite,l.

 
"Dan saat kelulusan apabila mahasiswa belum dapat memenuhi kewajiban melunasi sisa pembayaran, mahasiswa yang bersangkutan tetap kami berikan surat tanda lulus sementara,” paparnya.

Perihal sertifikasi, Irwan mengaku Universitas Gunadarma secara bertahap ditiap semesternya sudah menerapkan uji kompetensi sejak tahun 2017.

 
"Sampai saat ini kami Lembaga Survei Profesi mempunyai 31 skema sertifikat yang memperoleh Lisensi Badan Sertifikasi Nasional,” ujarnya.

 Dalam tuntutannya juga mahasiswa menanyakan mengenai sistem administrasi.

 
Menjawab hal ini, Irwan mengatakan pihak kampus terus melakukan pembenahan dan penyempurnaan beberapa fasilitas sistem informasi yang meliputi pengembangan sistem pembayaran online terintegrasi dengan sistem informaai akademik.

“Apa yang sudah dilakukan rektorat Universitas Gunadarma adalah wujud komitmen Univesitas Gunadarma untuk terus mengembangkan visi dan misi dengan memberikan kontribusi kepada Negara,” katanya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved