Seni Budaya

Hendardji Soepandji: Wacana Kebudayaan Terkait Nilai-nilai Luhur Harus Terus Disuarakan

Suatu bangsa akan menjadi besar jika nilai-nilai kebudayaannya mengakar dalam sendi kehidupan masyarakat.

dok ksbn
Rapat Kerja Nasional Ke-II Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), di Gedung Pusdiklat Kemendagri Yogyakarta, Senin (9/3/2020), 

Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Mayor Jenderal TNI (Purn) Drs Hendardji Soepandji, SH mengatakan, kebudayaan merupakan identitas kolektif jati diri bangsa.

Kebudayaan memiliki peran, fungsi sentral, dan mendasar sebagai landasan utama dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut dikemukakan Hendardji Soepandji menjawab pertanyaan wartawan, terkait pentingnya kebudayaan sebagai fondasi karakter bangsa.

Ditemui sebelum membuka acara Rapat Kerja Nasional Ke-II Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), di Gedung Pusdiklat Kemendagri Yogyakarta, Senin (9/3/2020), Hendardji mengatakan, wacana kebudayaan, khususnya terkait nilai-nilai luhur harus terus disuarakan.

Rapat Kerja Nasional Ke-II Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), di Gedung Pusdiklat Kemendagri Yogyakarta, Senin (9/3/2020),
Rapat Kerja Nasional Ke-II Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), di Gedung Pusdiklat Kemendagri Yogyakarta, Senin (9/3/2020), (dok ksbn)

“Suatu bangsa akan menjadi besar jika nilai-nilai kebudayaannya mengakar dalam sendi kehidupan masyarakat,” kata Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Mayor Jenderal TNI (Purn), Drs. Hendardji Soepandji, SH, dalam siaran persnya kepada wartakotalive.com.

Modernisasi tanpa filterisasi, kata Hendardji, berdampak pada semakin lunturnya nilai-nilai dan falsafah bangsa.

“Kurangnya kecintaan masyarakat terhadap budaya (local wisdom), dapat menyebabkan hilangnya jatidiri bangsa,” ujarnya mengingatkan.

Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Mayor Jenderal TNI (Purn), Drs. Hendardji Soepandji, SH
Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), Mayor Jenderal TNI (Purn), Drs. Hendardji Soepandji, SH (dok ksbn)

Budaya dunia berubah sangat cepat, kata Hendardji. Tidak semata sedang berubah, menurutnya, tetapi sedang terdisrupsi.

Hal ini sebuah keniscayaan yang tak dapat dihindari. Di era disrupsi ini, kata dia, kemapanan bisa runtuh dan berbagai mungkinan bisa terjadi.

“Dunia berubah. Indonesia berubah. Kita boleh kehilangan harta, tapi tidak untuk jatidiri. Jatidiri bangsa Indonesia, diantaranya termaktub dalam sila Pancasila. Sehingga tema acara kita pun, KSBN ikut berperan membangun masa depan peradaban bangsa yang berbasis budaya,” ujar Hendardji.

Halaman
123
Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved