Breaking News:

Uang Palsu

Polisi: Pelaku Produksi Uang Palsu Hanya untuk Dijual kepada Penadah

Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkap kasus peredaran dan percetakan uang palsu di wilayah hukumnya.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota
Wakil Kapolres Kota Tangsel, Didik Putra Kuncoro bersama jajarannya saat merilis kasus peredaran dan perecetakan uang palsu. (Warta Kota/Rizki Amana) 

Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkap kasus peredaran dan percetakan uang palsu di wilayah hukumnya.

Kasat Reskrim Polres Kota Tangsel, AKP Muharram Wibisono mengatakan, uang palsu tersebut dicetak bukan untuk digunakan oleh para tersangka yang berjumlah tiga orang itu.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan, para tersangka hanya menjual uang palsu itu kepada para penadahnya.

Namun, polisi belum dapat memastikan jumlah penadah dari peredaran uang palsu yang berjumlah ratusan lembar tersebut.

"Untuk penjualan ini, dia (tersangka) menjual Rp 1 juta per 10 juta (uang palsu). Transaksi terakhir tidak terjadi, karena kita sudah mendapatkan tersangka kita langsung interogasi. Dan saat terjadi transaksi itu langsung kita amankan," kata Muharram saat ditemui di Mapolres Kota Tangsel, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (11/3/2020).

 Geger Warga Negara Singapura Tewas di Bandara Soekarno-Hatta, Ini Kronologinya

 MEMANAS! Korea Utara Ancam Tembak Pendatang, China Larang Warganya Dekati Perbatasan

 600.000 Masker Siap Kirim ke China, Padahal Kebutuhan Masker Warga Jakarta 1 Juta Pieces Perhari

 Ririn Ekawati Ditangkap Polisi Karena Narkoba, Polisi: Masih Kami Periksa

Adapun dari kasus tersebut, polisi mengamankan dua orang tersangka yang masing-masing berinisial AM (61) dan R (25)

Sementara itu, satu orang tersangka berinisial M (45) masih dalam pengejaran pihak kepolisian dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Muharram menjelaskan pihaknya masih menggali informasi akan para penadah dari kelompok peredaran dan percetakan uang palsu itu.

Menurutnya dua tersangka yang telah berada di Mapolres Kota Tangsel mengaku tak mengetahui identitas dari para penadah tersebut.

 TANGKI Mobil Sedot Tinja Meledak Semburannya Timpa Rumah Warga, Tawaran Damkar Ditolak

Sebab, peran dari AM dan R merupakan pekerja dari percetakan kasus uang palsu itu.

"Jadi memang uang palsu ini ditransaksikan, tidak digunakan oleh yang bersangkutan. Dia menjual lagi kepada pihak lain dan ini memang masih kita dalami," jelas Muharram.

"Kita masih analisa. DPO kita ini mungkin yang memiliki teman-teman atau para konsumen dari uang ini. Makanya kita dapat perkembangannya ketika kita sudah dapat DPO," tandasnya. (m23)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved