Breaking News:

Uang Palsu

Kasus Peredaran dan Pencetakan Uang Palsu di Tangsel, Polisi Sebut Pelaku Belajar dari Youtube

Dua pekerja sekaligus tersangka pencetak uang palsu tak ada keahlian khusus dalam menciptakan alat pembayaran palsu itu.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/M23
Wakil Kapolres Kota Tangsel Kompol Didik Putra Kuncoro (tengah) saat merilis pengungkapan kasus peredaran dan pencetakan uang palsu, Rabu (11/3/2020). 

"Mereka belajar dari youtube, kita duga otak awalnya ini si DPO. Jadi, mungkin DPO ini yang awalnya ngajarin. Kemudian diperdalam lagi dengan melihat cara-cara yang mungkin tercantum di youtube..." 

KASAT Reskrim Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) AKP Muharram Wibisono mengatakan dua pekerja sekaligus tersangka pencetak uang palsu tak ada keahlian khusus dalam menciptakan alat pembayaran palsu itu.

Dua tersangka yang diamankan tersebut masing-masing berinisial AM (61) dan R (25)

Sedangkan, satu tersangka lain berinisial M (45) yang diduga sebagai otak percetakan masih buron alias dalam daftar pencarian orang (DPO).

Awas, Ada Rp 300 Juta Uang Palsu Beredar di Kota Tangsel Sejak 2 Tahun Lalu, Pecahan Rp 100.000

Pakai Printer Biasa, Pelaku Buat dan Cetak Uang Palsu Dollar AS Senilai Rp 9 Miliar

Menurut Muharram dua tersangka mengaku dapat mencetak uang palsu itu dari hasil belajar melalui video yang diunggah di media Youtube.

"Mereka belajar dari youtube, kita duga otak awalnya ini si DPO. Jadi, mungkin DPO ini yang awalnya ngajarin. Kemudian diperdalam lagi dengan melihat cara-cara yang mungkin tercantum di youtube," kata Muharram saat ditemui di Mapolres Kota Tangsel Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (11/3/2020).

Selain tak memiliki keahlian khusus, kedua tersangka juga hanya bermodalkan alat dan perlengkapan yang biasa digunakan oleh produksi sablon.

Bahkan, bahan dasar yang digunakan sebagai uang palsu itu hanya berupa kertas pada umumnya.

"Jadi ini manual, ada tinta, ada bahannya untuk kertas yang dijadikan sebagai uang palsunya juga. Juga ada alat untuk laminating dan itu ada printer. Jadi mereka mencetak uang palsu di printer. Ini alat-alat yang digunakan menerbitkan uang palsu secara manual," jelasnya.

Rp 300 juta uang palsu beredar di Tangsel

Sebelumnya diberitakan, Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyebut ratusan juta rupiah uang palsu telah beredar di wilayah Kota Tangsel dalam kurun waktu dua tahun terkahir.

Kasat Reskrim Polres Kota Tangsel AKP Muharram Wibisono mengatakan, jumlah uang palsu yang beredar tersebut hanya pada pecahan Rp 100.000.

"Selama dua tahun kurang lebih sudah hampir Rp 300 juta uang palsu yang berhasil mereka transaksikan," kata Muharram saat ditemui di Mapolres Kota Tangsel, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (11/3/2020).

 VIDEO: Polres Tangerang Selatan Bekuk Dua Tersangka Pengedar dan Pencetak Uang Palsu

 Waspada, Polisi Sebut Rp 300 Juta Uang Palsu Beredar di Kota Tangsel Sejak Dua Tahun Lalu

Dipaparkan, peredaran uang palsu itu bukan dilakukan oleh para tersangka percetakan uang palsu.

Sebab, dua dari tiga tersangka yang telah diamankan polisi mengaku uang palsu tersebut hanya dijualnya kembali kepada para calon pembelinya atau penadah.

Sementara dua tersangka yang diamankan polisi masing-masing berinisial AM (61) dan R (25).

Sedangkan, satu tersangka lain berinisial M (45) masih dalam pengejeran pihaknya dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang atau DPO.

"Para pelaku dan modusnya, dia melakukan penjualan di apartemen tersebut sehingga si pihak yang akan membeli dari uang palsu ini akan datang di tempat tersebut," tandasnya.

Adapun atas perbuatannya, dua tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun kurungan penjara. (M23)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved