AIA Income Pro, Optimalkan Kemampuan Finansial Selama Masa Produktif

AIA Income Pro memiliki pilihan masa bayar yang fleksibel untuk mendukung perencanaan keuangan, antara lain pilihan bayar 5, 10, 15, atau 20 tahun.

AIA Income Pro, Optimalkan Kemampuan Finansial Selama Masa Produktif
istimewa
Dari kiri ke kanan: Regional Chief Executive AIA Group, Tan Hak Leh; Group Chief Executive and President AIA Group, Ng Keng Hooi; Presiden Direktur PT AIA Financial (AIA), Sainthan Satyamoorthy; Group Chief Executive and President Designate AIA Group, Lee Yuan Siong dan Direktur Keagenan AIA, Ang Tiam Kit saat peluncuran produk AIA Income Pro (AIA Protection Income Plan) di Jakarta, Rabu (4/3/2020). 

JAKARTA — PT AIA Financial (AIA)  resmi meluncurkan produk asuransi terbarunya yakni AIA Protection Income Plan (AIA Income Pro).

Menurut Direktur Keagenan AIA, Ang Tiam Kit, AIA Income Pro didesain dengan fleksibilitas fitur produk sebagai solusi bagi nasabah yang ingin mengelola keuangan untuk memenuhi kebutuhan hingga jangka panjang seperti persiapan dana pensiun termasuk kebutuhan jangka menengah seperti dana pendidikan, perjalanan wisata atau ibadah dengan mengoptimalkan kemampuan finansial selama berada di masa produktif.

“Kami berusaha menjangkau seluas – luasnya masyarakat Indonesia, produk ini dapat diperoleh tanpa pengecekan medis dan polis dijamin issued,” ujar Ang Tiam Kit, dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

AIA Income Pro memiliki pilihan masa bayar yang fleksibel untuk mendukung perencanaan keuangan, antara lain pilihan bayar 5, 10, 15, atau 20 tahun yang memberikan jaminan manfaat tahunan selama 15, 20, 25, atau 30 tahun.

Manfaat tahunan dijamin hingga 130 persen Premi Tahunan dan manfaat akhir Polis dijamin hingga 500 persen Premi Tahunan. AIA Income Pro juga memiliki fitur Uang Pertanggungan jiwa sebesar 110 persen dari premi yang dibayarkan atau sebesar Nilai Tunai (mana yang lebih besar).

“Pentingnya perencanaan keuangan sejak dini dapat memberikan kenyamanan hidup di masa depan. AIA Income Pro dapat memberikan manfaat proteksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia baik itu kebutuhan jangka menengah ataupun jangka panjang dengan mengoptimalkan kemampuan finansial di masa usia produktif mereka,” ungkap Ang Tiam Kit

Tumbuh

Sementara Presiden Direktur AIA, Sainthan Satyamoorthy, mengatakan, bahwa kebutuhan proteksi dan perencanaan keuangan di Indonesia terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan kelas menengah. Indonesia akan mendapat bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif akan mencapai lebih dari 60 persen pada 2030 dan mendominasi angkatan kerja nasional.

“Berlandaskan komitmen kami dalam membantu jutaan keluarga di Indonesia hidup lebih sehat, lebih lama, lebih baik, AIA Income Pro hadir sebagai solusi untuk membantu kalangan usia produktif menyiapkan proteksi serta perencanaan keuangan demi mewujudkan aspirasi keuangan,” ujar Sainthan Satyamoorthy.

Berdasarkan survei penduduk antar sensus (Supas) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada 2019 berjumlah 266,91 juta jiwa dengan komposisi penduduk kelompok umur 15-64 tahun (usia produktif) adalah yang terbesar yakni sebanyak 183,36 juta jiwa atau sebesar 68,7 persen.
Penduduk dengan kelompok umur 0-14 tahun mencapai 66,17 juta jiwa atau sekitar 24,8 persen dari total populasi dan kelompok umur lebih dari 65 tahun (usia sudah tidak produktif) berjumlah 17,37 juta jiwa atau sebesar 6,51 persen dari total populasi.

Indonesia saat ini sedang menikmati masa-masa bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif.

Namun, apabila merujuk pada hasil survei yang dilakukan IDN Research Institute bekerja sama dengan Alvara Research Center tahun 2019 menunjukkan hanya 10,7 persen dari pendapatan di usia produktif tersebut yang ditabung, sedangkan sebanyak 51,1 persen pendapatan habis untuk kebutuhan bulanan.

Mereka cenderung lebih boros, sulit menabung dan tidak terlalu mempedulikan kebutuhan keuangan jangka panjang. Mereka dihadapkan dengan risiko finansial yang lebih besar di masa mendatang akibat dari pengelolaan keuangan yang kurang sehat.

Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved