Breaking News:

Pencurian

UPDATE Komplotan Pembobol ATM Modus Ajak Berbisnis Habiskan Uang Hasil Kejahatan untuk Foya-foya

Subdit Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membekuk 4 pelaku penipuan dan pembobol rekening ATM milik seorang pengusaha peralatan bengkel

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Konpers ungkap pelaku pembobolan ATM di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/3/2020). 

Setelah korban mulai percaya, para tersangka mengantar korban untuk mencari ATM terdekat untuk melihat apakah kartu ATM milik korban tersebut bisa dipakai dan mengecek saldo akhirnya.

"Saat itulah tersangka melihat atau mengintip pin ATM korban," kata Yusri.

Setelah para tersangka melihat isi nominal uang yang berada di ATM korban, para tersangka kemudian melancarkan aksinya untuk menguras isi ATM tersebut dengan cara meneruskan pembicaraan ke dalam mobil milik tersangka.

Dalihnya adalah untuk membahas tentang harga penawaran barang yang ditawarkan oleh tersangka M dengan tersangka lainnya AR.

"Saat itulah tersangka M meminta kartu ATM milik korban untuk dilihat lagi seperti apa jenis kartu ATM nya.

"Kemudian M menyerahka kartu ATM korban AR dan AR menukarnya dengan kartu ATM yang jenisnya sama yakni kartu ATM BRI," kata Yusri.

Sementara DN mengalihkan perhatian korban dengan mengajak berbicara. "Sehingga korban tidak mengetahui kalau kartu ATM miliknya ditukar. Sementara tersangka sudah mengetahui PIN ATM korban," katanya.

Kemudian para tersangka membawa korban untuk keliling sekitar Jakarta hingga lupa untuk melakukan transaksi yang ditawarkan tersangka M dengan berpura pura menjadi warga Brunei.

Kemudian para tersangka bersama 3 tersangka lain MR, H dan IL menguras rekening ATM korban dengan ditransfer ke 24 nomor rekening mereka.

"Uangnya kemudian mereka bagi-bagi. Ada yang Rp 230 Juta, lalu M dapat Rp 250 Juta dan lainnya ada yang Rp 67 Juta sampai ratusan juta," kata Yusri.

Korban kata Yusri mengetahui kalau kartu ATMnya sudah ditukar pada keesokan harinya yakni 27 Januari 2020.

Saat itu katanya korban hendak membayar peralatan bengkel yang telah dipesan, dari sebuah perusahaan di Pluit, Jakarta Utara.

"Saat korban akan melakukan transaksi di bank BRI cabang Pluit, karyawan bank menyatakan bahwa ATM milik korban tidak sesuai dengan buku rekening milik korban.

"Saat itulah korban sadar, bahwa ia telah diperdayai pelaku dimana kartu ATM nya sudah ditukar," kata Yusri.

Kemudian katanya korban membuat laporan ke Polda Metro Jaya. "Tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk 4 dari 6 pelaku," katanya.

Karena perbuatannya kata dia para pelaku dijerat UU ITE dan TPPU dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara dan denda hingga Rp Miliar.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved