BPJS Kesehatan

Tanggapi Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Begini Kata Mahfud MD dan YLKI

AKHIRNYA Mahkamah Agung tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Bagaimana tanggapan pemerintah dan YLKI?

Istimewa
SALAH satu bentuk sosialisasi Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan di BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Utara. 

AKHIRNYA Mahkamah Agung tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Bagaimana tanggapan pemerintah dan YLKI? 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan - Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, pemerintah akan mengikuti keputusan terkait pembatalan kenaikan iuran BPJS Kesehatan oleh Mahkamah Agung ( MA).

"Judicial review itu sekali diputus final dan mengikat. Oleh sebab itu, kita ikuti saja, pemerintah kan tidak boleh melawan putusan pengadilan," ujar Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Dia menjelaskan, putusan judicial review merupakan putusan final dan tidak bisa banding kembali.

Sebab, judicial review berbeda dengan gugatan perkara maupun perdata yang masih memiliki cela untuk ditinjau kembali.

Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Said Didu: Masalah Baru Bagi Pemerintah

"Putusan MA, kalau judicial review itu adalah putusan yang final, tidak ada banding terhadap judicial review. Berbeda dengan gugatan perkara, perdata atau pidana itu masih ada PK ya, kalau sudah diputus oleh MA di kasasi," jelas dia.

Sebelumnya, MA memutuskan mengabulkan sebagian uji materi terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Juru bicara MA Andi Samsan Nganro mengatakan, putusan itu dibacakan pada Februari lalu.

"Ya (sudah diputus). Kamis 27 Februari 2020 diputus. Perkara Nomor 7 P/HUM/2020 perkara Hak Uji Materiil," ujar Andi ketika dikonfirmasi, Senin (9/3/2020).

"Menerima dan mengabulkan sebagian permohonan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) tersebut," lanjut Andi.

Jadi Trending Topik di Twitter Tagar BPJS Bantah Terima Insentif, Disebarkan untuk Hentikan Hoaks

Halaman
123
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved