Otomotif

Agar Tidak Salah Langkah, Simak 12 Langkah Mencuci Mesin Mobil Modern yang Benar

Perlu diperhatikan tata cara mencuci mesin mobil modern yang benar, agar pemilik kendaraan pun tidak salah langkah.

Dok Otomotif
Ilustrasi - cuci mesin mobil. 

Padahal, selain terlihat bersih, motor yang rutin dicuci juga bisa memperpanjang usia komponen.

Ilustrasi cuci motor(afifmotor.files.wordpress.com)

Sebaliknya, jika jarang dicuci juga akan berpengaruh pada kerusakan komponen.

Terlebih jika habis digunakan saat turun hujan.

Air hujan yang mengandung garam bisa membuat sejumlah komponen menjadi cepat rusak.

Menurut Kepala Mekanik AHASS Cahaya Sakti Motor, Sragen, Jawa Tengah ( Jateng) Joko Purnomo ada beberapa komponen yang rawan rusak jika sepeda motor jarang dicuci.

Berikut beberapa komponen yang rawan rusak:

Rantai dan gear

Rantai dan gear menjadi komponen yang cukup vital pada motor, terutama sepeda motor manual seperti bebek maupun motor sport.

Maka dari itu kondisinya harus dijaga agar tetap bisa bekerja secara maksimal.

Rantai sepeda motor.(Shutterstock)

Tetapi, jika pemilik motor tidak mencuci, padahal baru saja digunakan saat hujan maka usia rantai maupun gear juga akan cepat rusak.

“Air hujan mengandung garam, jika sepeda motor tidak segera dicuci setelah digunakan menerjang hujan pastilah akan membuat rantai maupun gear cepat rusak"

"Rantai bisa saja berkarat dan membuat cepat molor atau aus,” kata Joko kepada Kompas.com, Minggu (23/2/2020).

Shockbreaker

Salah satu motor yang menggunakan peninggi shock breaker.(Kompas.com/Alsadad Rudi)

Motor yang jarang dicuci juga akan membuat usia shockbreaker menjadi berkurang.

Peredam kejut tersebut akan cepat rusak karena adanya kotoran yang menempel pada as maupun pada springnya.

Jika kondisi cukup parah, debu atau kotoran yang menempel bisa membuat as shockbreaker tergores.

Kondisi ini membuat pemilik kendaraan mau tidak mau harus menggantinya dengan as yang baru.

“Motor yang jarang dicuci juga akan membuat shockbreaker cepat rusak"

"As shock depan bisa baret, kalau untuk shockbreaker belakang per atau springnya bisa berkarang"

"sehingga kekuatannya menjadi berkurang,” ucap Joko.

Kerja mesin berat

Mesin Motor.(Shutterstock)

Kotoran yang menempel pada sepeda motor terutama pada bagian mesin dan tidak segera dibersihkan akan berpengaruh pada kinerjanya.

Terutama dalam hal membuang panas yang dihasilkan oleh mesin saat dikendarai.

Jika mesin dalam kondisi bersih maka kerja mesin dalam membuang panas yang dihasilkan juga akan lebih cepat.

“Pengaruh yang ketiga adalah pada mesin. Jika mesin kotor maka pembuangan panas akan lambat ini akan membuat mesin menjadi lebih berat"

"Begitu pula sebaliknya, kalau mesin bersih maka kinerjanya juga lebih ringan,” ujar Joko.

Bearing atau laker cepat rusak

Kondisi kendaraan yang kotor akan berpengaruh juga pada bearing atau laker-laker yang ada pada sepeda motor.

Mengingat, sepeda motor banyak menggunakan laker di bagian kaki-kakinya.

Bearing pada sepeda motor.(Ghulam/Otomania)

Seperti laker pada roda depan dan juga bagian roda belakang.

Jumlah laker pada setiap roda ini lebih kurang dua buah.

Jika kendaraan dalam kondisi kotor maka kotoran bisa juga masuk pada bagian laker.

Sehingga membuat laker tidak bisa bekerja secara maksimal.

Bodi berjamur

Kotoran yang menempel pada sepeda motor terutama pada bagian bodi jika tidak segera dibersihkan bisa semakin menempel.

Jika kondisi ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan munculnya jamur pada bodi motor.

Sebaiknya, saat bodi motor kotor segera dibersihkan.

Ilustrasi cuci motor(http://4.bp.blogspot.com/)

Pasalnya, jika sudah terlalu lama maka cara membersihkannya pun akan lebih sulit.

“Bodi motor yang terlalu lama kotor dan dibiarkan bisa menjadi jamur, dan untuk menghilangkannya juga akan semakin sulit,” kata Joko.

Artikel ini telah tayang di GridOto.com berjudul "12 Langkah yang Perlu Dilakukan saat Mencuci Mesin Mobil Modern" dan di Kompas.com dengan judul "Motor Jarang Dicuci, 5 Komponen Ini Rawan Rusak"

Editor: Panji Baskhara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved