Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Operator dan Karoseri Jadi Dalang Maraknya Kendaraan ODOL

penyebab akan hadirnya kendaraan dengan kondisi Over Dimension Over Load (ODOL).

Wartakotalive/Junianto Hamonangan
pelarangan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) di ruas jalan tol Tanjung Priok-Jakarta-Cikampek-Bandung diterapkan mulai hari ini, Senin (9/3). 

Operator dan karoseri ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan sebagai penyebab akan hadirnya kendaraan dengan kondisi Over Dimension Over Load (ODOL).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan keduanya bertanggung jawab atas banyaknya kendaraan ODOL.

"Siapa yang salah? Karoseri dan operatornya," kata Budi, di Gerbang Tol Tanjung Priok 1, Senin (9/3).

Budi menceritakan bahws setiap kendaraan truk dibuat sesuai dengan Surat Keterangan Rancang Bangun (SKRB) yang sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan.

"Tapi setelah keluar oleh operatornya dibawa kepada karoseri, ditambah tinggi, ditambah panjangnya. Itu pelangggarannya," tegas Budi.

Menurut Budi, kendaraan ODOL di sejumlah daerah seperti di Riau, Padang hingga Semarang telah ditindak dengan Pasal 277 UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

"Ancaman hukuman 1 tahun kemudian denda Rp 25 juta, yang di Riau dikenakan denda Rp 24 juta, yang di Padang dikenakan denda juga," kata Budi.

Bahkan tidak menutup kemungkinan dikenakan hukuman penjara selama 1 tahun bagi para pelaku. Untuk itu pihak terkait diajak supaya bisa mengembalikan kendaraan ODOL seperti semula.

"Saya mengajak untuk menormalisasi kendaraan sebagaimana SKRB yang seharusnya," ungkap Budi. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved