Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Bukan Cuma Tilang, Pelaku Modifikasi Truk ODOL Terancam Hukuman Penjara

"Sebetulnya regulasi ini bagian dari tindak lanjut aturan yang sudah ada. Mulai hari ini secara tegas kita lakukan tindakan," ucap Istiono, di Gerbang

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pelarangan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) di ruas jalan tol Tanjung Priok-Jakarta-Cikampek-Bandung diterapkan mulai hari ini, Senin (9/3/2020). 

Korps Lalu Lintas Polri mengancam setiap pelaku yang mengubah kendaraan untuk menjadi Over Dimension Over Load (ODOL) dengan hukuman penjara.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan bahwa terhitung mulai hari ini, Senin (9/3) kendaraan ODOL dilarang melintas di ruas tol Tanjung Priok-Jakarta-Cikampek-Bandung.

"Sebetulnya regulasi ini bagian dari tindak lanjut aturan yang sudah ada. Mulai hari ini secara tegas kita lakukan tindakan," ucap Istiono, di Gerbang Tol Tanjung Priok 1, Senin (9/3).

Penindakan akan melibatkan sinergitas antar instansi mulai dari Korps Lalu Lintas Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan lain-lain.

Istiono menegaskan para pelaku yang terlibat upaya mengubah kendaraan menjadi ODOL akan dikenakan sanksi pidana. Bahkan pelaku bisa terancam mendekam dibalik jeruji besi.

"Sanksi untuk ODOL melanggar pidana Pasal 277 (UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan) hukuman pidana 1 tahun dan denda Rp 24 juta," tegas Istiono.

Oleh sebab itu Istiono meminta agar para pengusaha tidak mengubah bentuk maupun dimensi dari truk yang telah sesuai dengan Surat Keterangan Rancang Bangun (SKRB).

"Saya juga berharap pengusaha tidak berusaha untuk menambah ukuran dimensi daripada panjang kendaraan karena itu melanggar aturan," ungkapnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved