Selasa, 12 Mei 2026

Virus Corona

Tips Aman dari Virus Corona saat Berpergian dengan Pesawat

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI memberikan tips aman dari virus corona saat berpergian dengan pesawat.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
Kompas.com
Ilustrasi - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI memberikan tips aman dari virus corona saat berpergian dengan pesawat. 

Dampak wabah virus corona, membuat masyarakat was-was untuk berpergian jauh menggunakan transportasi udara atau pesawat.

Namun kali ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI memberikan tips aman dari virus corona saat berpergian dengan pesawat.

Salah satu dari beberapa tips aman dari virus corona saat berpergian dengan pesawat tersebut, yakni menggunakan masker.

Ini, tips aman dari virus corona saat berpergian dengan pesawat, yang diunggah oleh akun Instagram resmi Kemenhub RI @kemenhub1151.

"#KawulaModa berikut tips bagi yang akan bepergian dengan transportasi publik. Ingat jangan panik dan tetap jaga kesehatan" tulisnya akun Instagram @kemenhub1151.

Pesawat Lion Air Disterilisasi

"Proses re-desinfectant dilakukan melalui beberapa tahapan dalam pengawasan Kantor Kesehatan Pelabuhan, di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia..."

LION AIR GROUP menginformasikan perkembangan terkini mengenai upaya dalam mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan terkait mewabahnya virus corona.

LION Air Group melakukan sterilisasi dengan penyemprotan di kabin pesawat sebagai salah satu langkah mengantisipasi wabah virus corona di Indonesia. (Istimewa)

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan sejumlah hal terkait antisipasi utama mengenai dampak wabah virus corona.

"Kami menjalani fase pengerjaan yang meliputi pembersihan pesawat, sterilisasi, penyemprotan, penggantian saringan udara kabin, kebersihan kabin, kokpit dan kompartemen kargo," ujar Danang kepada Wartakotalive.com, Jumat (6/3/2020).

Dalam tindakan pencegahan dimaksud, Lion Air Group merekomendasikan guna menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman sesuai prosedur yang berlaku, sarung tangan dan gel pembersih tangan guna tindakan preventif dengan mengutamakan kesehatan.

"Seluruh Departemen Keselamatan, Keamanan dan Kualitas Lion Air Group telah mengimplementasikan yang dilakukan oleh seluruh unit terkait untuk menjalankan rekomendasi yang disampaikan," ucapnya.

LION Air Group melakukan sterilisasi dengan penyemprotan di kabin pesawat sebagai salah satu langkah mengantisipasi wabah virus corona di Indonesia. (Istimewa)

Menurutnya proses sterilisasi juga dilakukan ke pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) member of Lion Air Group untuk melakukan proses penyemperotan kembali.

Serta dijadwalkan untuk pengerjaan perawatan pesawat berkala.

"Proses re-desinfectant dilakukan melalui beberapa tahapan dalam pengawasan Kantor Kesehatan Pelabuhan, di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia," kata Danang.

Batam Aero Technic untuk melakukan proses pergantian HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter yang digunakan sebagai alat penyaring sirkulasi udara di dalam pesawat, menurut anjuran pabrikan pesawat.

"Dalam melakukan proses pergantian HEPA filter, petugas telah diberikan pengetahuan mengenai keselamatan dan telah melakukan tes kesehatan serta melakukan vaksinasi," ungkapnya.

Danang menyebut seluruh prosedur yang dilakukan telah mengikuti aspek keselamatan yang dapat membantu untuk melaksanakan seluruh tahapan sampai selesai.

"Kami menegaskan, pelaksanaan proses dan prosedur sterilisasi dilakukan guna memastikan keselamatan penerbangan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan," papar Danang.

Parkiran Khusus Pesawat China di Bandara Soetta

"Saat kami mengetahui ada pesawat penerbangan dari China yang datang dan ada yang positif terkena virus Corona, itu langsung dilakukan antisipasi..."

Seluruh stakeholder di kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang menggelar rapat besar pada Jumat (24/1/2020) kemarin.

Rapat penting ini membahas semakin mewabahnya virus corona yang mematikan dari China dan upaya mengantisipa penularan virus corona.

Rapat siaga satu virus corona itu berlangsung di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta. Sejumlah point - point besar pun dibahas secara mendalam dari hasil rapat ini.

"Misalnya, jika ada penumpang penerbangan dari China yang diduga sudah terpapar virus corona terus penanganannya seperti apa. Kita rumuskan masalah ini," ujar Kepala KKP Bandara Soekarno Hatta Anas Maruf saat dijumpai Wartakotalive.com di ruang kerjanya, Jumat (24/1/2020).

Menurutnya, pihak-pihak terkait harus bersinergi dalam menghadapi ini. Mulai dari Angkasa Pura II, AirNav, Imigrasi, Bea Cukai, maskapai mau pun KKP.

"Saat kami mengetahui ada pesawat penerbangan dari China yang datang dan ada yang positif terkena virus Corona, itu langsung dilakukan antisipasi," ucapnya.

Status siaga pengawasan pun ditingkatkan. Pihak maskapai segera menghubungi pengelola bandara yang dituju bila ada penumpang yang terjangkit virus ini.

"Dalam rapat tadi juga menghasilkan bahwa seluruh maskapai penerbangan dari China diharuskan semua penumpang dan kru pesawat menggunakan masker. Serta dilakukan pengecekan kesehatan terlebih dulu," kata Anas.

"Jika ditemui ada yang positif diduga terkena virus corona, maskapai segera berkoordinasi dengan Angkasa Pura II. Lalu pihak Angkasa Pura memberi tahu soal ini ke bagian AirNav," sambungnya.

Area parkir khusus

Hal ini dilakukan agar pesawat tersebut ketika mendarat diberikan area parkir khusus. Dipisahkan jauh dengan pesawat lainnya yang terparkir di Bandara Soetta.

"Tujuannya agar virus tersebut tidak semakin menular. Dan kami dari KKP langsung melakukan pemeriksaan ke dalam pesawat yang di dalamnya terdapat penumpang yang sakit ini," paparnya.

"Kami juga periksa semua orang di pesawat ini. Lalu, bila ada penumpang yang positif virus tersebut segera dirujuk ke rumah sakit terdekat terlebih dulu," ungkap Anas. 

Negativ Corona Virus

Sementara itu, pasien yang sempat diduga terjangkit virus New Corona atau virus Corona sudah dipastikan negatif virus tersebut.

Hal itu diketahui dari hasil cek laboratorium pasien suspect virus corona yang dikeluarkan oleh Litbangkes yang diberikan kepada RS Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Sulianto Saroso.

"Bersama ini kami ingin melakukan klarifikasi informasi tentang pasien yang saat ini dirawat di RSPI Prof Sulianto Saroso. Pasien tersebut bukan suspect Ncov, hasil labnya negatif" tulis Direktur Medik dan Perawatan RSPI Sulianto Saroso, dr Diany Kusumawardhani dalam keterangan resminya yang diterima Wartakotalive.com, Sabtu (25/1/2020).

Diany menyebut hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) membuktikan bahwa pasien R (35) negativ Corona Virus.

Satu pasien suspect virus new corona

Sebelumnya diperoleh informasi bahwa satu pasien suspect virus new corona R (35) masih dalam perawatan intensif di RSPI Sulianto Saroso.

Saat ini kondisi pasien disebut dalam keadaan baik.

Dr Diany Kusumawardhani mengatakan, hasil tes laboratorium masih dibutuhkan untuk memastikan kondisi pasien yang diduga terkena virus new corona.

"Ada satu orang pasien dengan suspect tetapi kondisi saat ini masih stabil dan tidak ada perburukan. Sampai saat ini belum dinyatakan sebagai new corona," kata Diany dalam konferensi persnya di Jalan Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, Jumat (24/1/2020).

Diany mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari litbangkes untuk memastikan pasien terinfeksi atau tidaknya. 

Virus New Corona memang tengah menghebohkan warga Asia. Virus ini pertama kali ditemukan di Tiongkok.

Disebut sudah 200 warga Tiongkok terinfeksi virus tersebut.

Saat ini penjagaan ketat atas WNI atau WNA dari Tiongkok tengah dilakukan di ratusan pintu masuk Indonesia. 

Tembok Raksasa China ditutup

Sementara itu dilaporkan dari China, merebaknya wabah virus corona di negeri Tirai Bambu itu berbuntut panjang.

Tak hanya penerbangan, industri wisata di "Negara Panda" tersebut ikut terkena dampak virus jenis baru tersebut.

Mulai Sabtu (25/1/2020), Pemerintah Kota Beijing akan menutup beberapa bagian Tembok Besar China untuk pengunjung.

Dilansir dari Reuters, penutupan tersebut untuk membantu mencegah penyebaran virus corona.

Diketahui total pengunjung Tembok Besar China sekitar 20 juta di 2018.

Paspor China menampilkan lukisan Tembok China. Tempat wisata itu kini ditutup sementara karena wabah virus corona
Paspor China menampilkan lukisan Tembok China. Tempat wisata itu kini ditutup sementara karena wabah virus corona (Seasia)

Bahkan akibat banyaknya pengunjung, sejak 1 Juni 2019, pihak berwenang di Badaling mengumumkan pembatasan kuota harian baru, yakni 65.000 pengunjung.

Dikutip dari CNN (31/05/2019), bagian paling populer dari Tembok Besar China adalah Badaling.

Selain Tembok Besar China, melansir Channel News Asia (24/01/2020), beberapa tempat wisata lain juga ditutup sementara.

Adapun beberapa tempat wisata tersebut adalah:

Makam Ming dan Pagoda Yinshan ditutup mulai Sabtu (25/01/2020).

Stadion Nasional Beijing atau yang lebih dikenal dengan Stadion Sarang Burung ditutup sejak Jumat.

Sarang Burung akan ditutup hingga 30 Januari.

Pertunjukan es dan salju yang berlangsung di lapangan akan ditutup.

Bagian dari Juyongguan juga ditutup.

Sementara pekan raya Tembok Besar dibatalkan di bagian Simatai dari Landmark terkenal.

Shanghai Disneyland menyampaikan dalam situsnya bahwa sementara waktu akan tutup, sejak Sabtu.

Pihak Shanghai menjelaskan dalam websitenya, hal itu sebagai tanggapan terhadap pencegahan dan pengendalian wabah penyakit.

Serta untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para tamu dan stafnya.

Perayaan Tahun Baru Imlek dibatalkan

Sebelumnya diberitakan CNN, pihak berwenang Beijing telah membatalkan semua perayaan Tahun Baru Imlek secara besar-besaran.

Dilansir CNN, Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing mengungkapkan, pembatalan perayaan besar-besaran ini juga termasuk pameran kuil yang dilaksanakan di Beijing pada Kamis (23/1/2020).

Pemerintah kota mengatakan akan membatalkan acara termasuk dua pameran kuil yang populer. Di mana telah menarik banyak pengunjung dalam beberapa tahun terakhir.

Diberitakan Kompas.com (25/1/2020), wabah virus corona telah merenggut 26 korban jiwa. Selain 26 orang meninggal, dicatat terdapat lebih dari 830 kasus warga yang terinfeksi.

Sebanyak 9 kota di China dilaporkan terkena larangan bepergian imbas dari adanya wabah tersebut.

Di Wuhan, tempat virus itu mulai merebak, segala layanan transportasi mulai dari bus, kereta, hingga pesawat dihentikan.

(CC/WartaKotalive.com/Andika Panduwinata)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved