Breaking News:

Puluhan Hektar Lahan Pertanian Beralih Fungsi, HKTI Ingatkan Kepala Daerah Lindungi Lahan Pertanian

Banyaknya lahan pertanian yang hilang dalam beberapa tahun belakangan, HKTI ingatkan Kepala Daerah untuk melindungi lahan pertanian

Penulis: | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/adhy kelana
Petani tengah memanen padi di sebidang sawah yang dikelilingi oleh perumahan mewah di kawasan kampung Bojong Sari, Depok,Jawa Barat, Selasa (7/10/2014). Menjamurnya bisnis proferti di Depok mengakibatkan lahan pertanian semakain terhimpit. 

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga terus mengecam dan mengancaman bagi siapa saja yang berani mengalihfungsikan lahan pertanian.

Ancaman tersebut telah diatur dalam Undang-undang 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

"Arah pengaturan dari UU ini adalah untuk melindungi lahan pertanian pangan dari derasnya arus degradasi." ungkap SYL.

"Adapun Ketentuan yang dibangun dalam UU ini dimaksudkan agar bidang-bidang lahan tertentu hanya boleh digunakan untuk aktivitas pertanian pangan yang sesuai peruntukan," ujar Mentan SYL diberbagai kesempatan.

Menurut SYL, UU tersebut menegaskan sanksi perorangan dan perusahaan yang melakukan pelanggaran terhadap alih fungsi lahan pertanian.

Tepatnya pada Pasal 72, 73, dan 74 menerangkan dengan rinci denda dan hukuman bagi yang melakukan pelanggaran aturan.

"Yang pasti, dalam aturan ini disebutkan bahwa setiap orang yang sengaja mengalihfungsikan lahan akan dijerat dengan tindak pidana kurungan selama lima tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp5 miliar," ujar SYL.

"Alih fungsi lahan masuk ranah pidana," tegasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved