Breaking News:

Bulu tangkis

Pebulu Tangkis Putri India Proteksi Diri di Ajang All England 2020

Pebulu tangkis tunggal putri terbaik India, Pusarla Venkata (PV) Sindhu ternyata juga khawatir atas wabah virus corona.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
WARTA KOTA/BANU ADIKARA
Pusarla Venkata Sindhu 

Pebulu tangkis tunggal putri terbaik India, Pusarla Venkata (PV) Sindhu ternyata juga khawatir atas wabah virus corona. Untuk mencegah agar tak terkena, dia pun coba memproteksi diri dengan tidak bersalaman.

Menurutnya, dia tidak ingin berjabat tangan di gelaran All England yang digelar di Birmingham, Inggris, 11-15 Maret 2020. Sebagai gantinya, Sindhu memilih melakukan sapaan tradisional Namaste demi melindungi dirinya dari sentuhan orang asing.

Pusarla Venkata Sindhu
Pusarla Venkata Sindhu (Hindustan)

Sejauh ini Lebih dari 106.000 orang telah terinfeksi oleh virus corona di seluruh dunia dan 3.600 telah meninggal. Tentunya hal ini membuat sejumlah perubahan terkait jadwal olahraga terlebih lagi sekarang Olimpiade semakin dekat.

"Hanya Namaste. Kami harus menghindarinya (berjabat tangan), keamanan harus dijaga dan ini cara untuk berhati-hati. Pakailah masker pelindung, gunakan pembersih tangan setiap saat, jangan bergerak berkelompok dan hindari tempat yang ramai. Ada baiknya berhati-hati setiap saat," kata pemain nomor enam dunia itu kepada koran Times of India.

Tujuh pebulu tangkis India telah mengundurkan diri dari All England karena virus corona. Selain bulu tangkis, tim kriket Inggris juga telah memutuskan untuk tidak berjabat tangan dalam tur mereka di Sri Lanka bulan ini dan akan menggunakan cara lain untuk saling menyapa.

Sementara Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) belum melarang berjabat tangan di tengah kekhawatiran atas wabah virus corona (Covid-19) menjelang All England Open 2020.

"Para pemain dan ofisial biasanya berjabat tangan atau bertepuk tangan, yang merupakan cara yang dapat diterima untuk menunjukkan rasa hormat dan permainan yang adil kepada lawan dan membuat salam umum," kata BWF dilansir dari laman resmi BWF.

"BWF telah mendapat saran dari otoritas kesehatan bahwa tidak perlu untuk melarang berjabat tangan atau sejenisnya selama peserta mengikuti protokol kebersihan yang aman," tulis BWF.

Aturan umum yang disarankan adalah mencuci tangan dengan seksama dan sering, menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol dan menghindari menyentuh wajah dengan tangan.

Semua pemain top dunia termasuk dari Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang, akan ambil bagian pada turnamen bulu tangkis tertua tersebut. Namun, pemerintah India telah menutup pintu mereka bagi pebulu tangkis Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang untuk mengikuti India Open pada 24-29 Maret yang akan digelar di New Delhi.

Sebelumnya, Chief Executive Badminton England, Adrian Christy dalam pengumuman resmi di situs BWF memastikan bahwa All England Open 2020 tetap digelar.

"Kami akan menggelar YONEX All England Open 2020 di Arena Birmingham pada 11-15 Maret sesuai rencana," tutur Adrian Christy.
Keputusan tetap menggelar All England dilatarbelakangi masukan dari pemerintah serta rencana penanggulangan virus corona di Inggris yang dirilis pada Selasa (3/3/2020).

Meski begitu, panitia tetap menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan demi menjamin kesehatan serta keselamatan segenap pihak yang terlibat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved