Otomotif
Masalah Transmisi Jadi Penyakit Motor Honda Win, Begini Ciri-Cirinya
Pengguna motor Honda Win kerap kerap menghadapi masalah pada bagian transmisi. Berikut ciri-cirinya.
Dikarenakan termakan usia, pengguna motor Honda Win seringkali menghadapi masalah.
Ya, masalah atau penyakit motor Honda Win kerapkali menyerang yakni pada bagian transmisi.
Bahkan, terdapat dua masalah motor Honda Win tersebut pada bagian transmisinya tersebut.
Menurut pemilik bengkel restorasi Honda klasik, Jhon Clasik, yakni Putra Perkasa benarkan hal itu.
• Selain Yamaha RX King, Ini Deretan Motor Lawas yang Harganya Masih Tinggi
• Berikut 5 Komponen Motor Rawan Rusak Bila Motor Jarang Dicuci
Masalah-masalah yang sering ditemukan di motor Honda Win tersebut biasanya pada gigi transmisi.
"Pada Honda Win yang sudah berumur hati-hati sama gigi primernya," buka Jhon sapaan akrab Putra Perkasa.
"Kalau pemilik sebelumnya jarang ganti oli, mata pada gigi primernya kemakan (terkikis)," kata pria yang akrab disapa Jhon ini.
Ada ciri khas jika gigi primer Honda Win sudah termakan atau terkikis.
Problem tersebut biasanya karena faktor usia dan pemakaian pemilik yang kurang baik, solusinya rasio gigi transmisinya diganti dengan kepunyaan Honda Astrea Grand.
"Ciri-cirinya bisa terdengar dari suara mesin, ada suara dengung gitu," jelas Jhon.
"Kalau kami menyebutnya ada suara dengungnya seperti suara nangis," tambah pria yang buka bengkel di Jalan Jati Makmur No.35, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat ini.
Selain gigi primer, garpu rasio Honda Win lawas banyak yang bermasalah.
"Capit udangnya (garpu rasio) sering patah, efeknya ganti giginya jadi keras dan loncat-loncat," jelas Jhon.
"Kalau sudah begitu harus ganti capit udang (garpu rasio) baru," pungkasnya.
Selain itu ada juga penyakit lain dari sepul pengapian yang gampang rusak.
Karena sepul pengapian yang masih berbentuk batang atau model lama yang tidak dilapisi bahan apapun, menyebabkan pengapian spul cepat panas dan rusak.
"Problem itu memang kerap terjadi pada Honda Win keluaran pertama sampai terakhir," terang Jhon.
Karena sepul pengapian yang masih berbentuk batang atau model lama yang tidak dilapisi bahan apapun, menyebabkan pengapian spul cepat panas dan rusak
"Karena posisi penempatan sepul pengapian tepat menempel pada crankcase mesin yang menyebabkan sepul mudah rusak," terangnya.
Tapi tenang, Jhon Clasik punya solusi mengatasi masalah tersebut.
Cukup dengan menggantinya dengan sepul dan CDI kepunyaan Honda Astrea Prima.
Dalam kondisi baru dibanderol sekitar Rp 150 ribu.
"Tujuannya diganti, supaya sepul lebih awet dalam jangka panjang," bebernya.
Itu tadi beberapa penyakit khas dari Honda Win 100.
Honda Win Jadi Buruan
Tren motor lawas sedang ramai-ramainya, salah satunya yakni Honda Win 100.
Motor satu ini pamornya kembali naik, dan unit bekasnya banyak dicari orang untuk dijadikan koleksi atau sekedar untuk nyantai.
Karena sudah lama stop produksi, maka kondisi motor yang ada di pasaran kerap kali butuh penyegaran dengan cara restorasi supaya normal dan layak dikendarai.
Tapi ternyata tren Honda Win 100 berdampak pada harga jual suku cadang motor tersebut yang kini semakin melambung.
Apalagi motor dan suku cadangnya sudah tak diproduksi lagi.
Irfan Rafid, dari Roda Gila 99 menyebutkan harga suku cadang Honda Win 100 naik sampai dua kali lipat.
Jadi yang mau restorasi motor ini harus siap dana lebih.
"Biaya restorasi Win 100 tergantung dari suku cadang dan komponen yang akan direstorasi," ujar pria yang bermain motor klasik tersebut.
Berikut adalah beberapa harga suku cadang Honda Win 100 orisinil Honda dalam kondisi NOS (New Old Stock):
*Tangki bahan bakar: Rp 1,5 juta - Rp 2 juta
*Jok: Rp 1 juta - Rp 1,5 juta
*Spion: Rp 700.000 - Rp 1 juta
*Lampu depan: Rp 1,5 jutaan
*Speedometer: Rp 1 juta - Rp 1,5 juta
*Lampu sein: Rp 1 jutaan
*Behel/holder: Rp 600.000 - Rp 1 juta
*Karburator: Rp 1 jutaan
Artikel ini telah tayang di Otomotifnet berjudul "Honda Win Penyakit di Transmisi, Indikasi Suara Nangis, Oper Gigi Loncat"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/honda-win.jpg)