Virus Corona

UPDATE Pemkot Bekasi Larang Pedagang Timbun Sembako dan Masker

Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran berisikan larangan menimbun sembako dan masker.

UPDATE Pemkot Bekasi Larang Pedagang Timbun Sembako dan Masker
Wartakotalive.com/Nur Ichsan
Pedagang masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, sedang melayani pembeli, Rabu (4/3/2020). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM - Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran berisikan larangan menimbun sembako dan masker.

Surat edaran itu dikeluarkan pada Rabu (4/3/2020), ditandatangani Sekda Kota Bekasi Reny Hendrawati dengan Nomor 510/1727/Diadagperin.Dag tentang larangan penimbunan sembako dan masker.

Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi Sajekti Rubiyah mengatakan Pemkot Bekasi melarang pengelola pusat perbelanjaan, pengusaha toko modern dan retail, maupun pedagang se-Kota Bekasi untuk menimbun sembako dan masker.

"Larangan menimbun sembako dan masker, agar dua kebutuhan masyarakat tersebut tidak mengalami kelangkaan," ujar Sajekti, pada Kamis (5/3/2020).

Sajekti mengungkapkan pengawasan akan dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi bersama kepolisian ke lokasi usaha sembako dan masker.

Apabila pedagang melanggar dan kedapatan menimbun sembako dan masker bisa dikenai pidana penjara.

"Isi edaran juga menyebutkan pelanggaran terhadap pasal 17, UU Nomor 14 Tahun 2014 tentang perdagangan bisa dikenai pidana penjara dan atau denda uang. Untuk itu kita harapkan pengusaha bisa mengikuti edaran dan kebijakan tersebut," tegasnya.

Sajekti menyebutkan isi surat edaran, pertama, agar masyarakat Kota Bekasi meningkatkan kewaspadaan dan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.

Kedua, membantu Pemerintah dalam pencegahan kepanikan di masyarakat.

Lalu ketiga, Berdasarkan pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan, berisikan dilarang melakukan praktek menimbun barang kebutuhan pokok (Sembako) dan masker serta Hand Sanitizer.

Poin kempat, Pelanggaran poin 3 (tiga) akan dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 50.000.000.000 (Lima Puluh Miliyar Rupiah). (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved