Virus Corona

Warga Kota Bekasi Jangan Panic Buying, Kapolres: Keramaian di Pusat Belanja Itu Fenomena Awal Bulan

KAPOLRES Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko meminta warga tak perlu risau dan panik. Hingga melakukan aksi panic buying.

Warga Kota Bekasi Jangan Panic Buying, Kapolres: Keramaian di Pusat Belanja Itu Fenomena Awal Bulan
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Penjual masker di Pasar Proyek, Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, diserbu warga pada Senin (2/3/2020) siang, menyusul adanya 2 warga Depok yang terinfeksi virus corona. 

KAPOLRES Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko meminta warga tak perlu risau dan panik. Hingga melakukan aksi panic buying.

KAPOLRES Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko meminta warga tak perlu risau dan panik. Hingga melakukan aksi panic buying.

Ia menyebut pemerintah sudah memastikan stok bahan makanan aman dan tidak perlu membeli secara berlebihan.

"Jangan panik dan lakukan tindakan yang merugikan. Kita sudah keliling Alhamdulillah sampai saat ini kondusif dan tidak ada kegiatan yang menunjukkan kepanikan dari masyarakat," ujar Wijonarko kepada awak media, Rabu (4/3/2020).

Bocah Warga Pondok Melati Kota Bekasi Tewas setelah Hanyut di Kali Sunter, Sempat Diberi Pertolongan

Bukan Kena Virus Corona, Warga Bekasi yang Meninggal di Cianjur karena Sakit Jantung dan Paru-paru

Kadinkes: Masyarakat Tak Perlu Cemas, 21 Pasien Suspect Corona di Kota Bekasi Dinyatakan Negatif

KAPOLRES Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko meminta warga tak perlu risau dan panik. Hingga melakukan aksi panic buying.

"Ngga, Ngga itu. Ini kan awal bulan. Semua pusat perbelanjaan atau supermarket ramai pembeli," ucap dia.

Akan tetapi untuk antisipasi, sambung Wijonarko, kepolisian akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sejumlah pusat perbelanjaan untuk tidak 'panic buying'.

"Kita akan cek langsung ke wilayah, mengantisipasi terkait dengan adanya informasi manakala ada pemborong dengan jumlah banyak dan sebagainya," beber dia.

Tindak tegas penimbun masker

Terkait keberadaan masker yang langka serta harga yang melonjak tinggi, Wijonarko menegaskan menelusuri ke lapangan.

Jika ditemukan ada penimbunan masker, kepolisian tak segan akan menindaknya.

"Sementara belum, tapi tetap kita bidik untuk antisipasi hal tersebut. Kita tindak tegas yang melakukan penimbunan masker dengan memanfaatkan situasi, bukan berempati," papar dia.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved