Breaking News:

RUU Cipta Kerja

Timbulkan Kekhawatiran, Airin Minta Pemerintah Sosialisasikan RUU Cipta Kerja ke Masyarakat

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia pastikan bakal berperan aktif untuk melakukan komunikasi terhadap masyarakat terkait dengan RUU Cipta Kerja

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ketua Apeksi yang juga Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Dyani saat membuka acara lokakarya RUU Cipta Kerja dan Perpajakan di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Rabu (4/3/2020). 

Menurut data World Bank dalam Laporan Global Economic Risks and Implication for Indonesia 2019, disebutkan bahwa Indonesia dinilai sangat risky, complicated, dan membutuhkan waktu satu tahun atau lebih untuk proses pemindahannya.

 Ini Alasannya Mengapa Penguna Aplikasi TikTok Tumbuh Subur di Indonesia

Demikian disampaikan Ir. Aloysius Budi Santoso, M.M., Head of Manpower and Social Security Committee for Wages at APINDO dalam Seminar Omnibus Law Cipta Kerja di Ruang Seminar Gedung Laboratorium Ligitasi, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (26/2/2020).

Seminar yang digelar oleh Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP) ini bertajuk ‘Omnibus Law RUU Cipta Kerja dalam Perspektif Akademis & Pelaku Usaha’.

Universitas Diponegoro (Undip) dan Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) menggelar seminar bertajuk Omnibus Law RUU Cipta Kerja dalam Perspektif Akademis dan Pelaku Usaha di Fakultas Hukum Undip, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020).
Universitas Diponegoro (Undip) dan Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) menggelar seminar bertajuk Omnibus Law RUU Cipta Kerja dalam Perspektif Akademis dan Pelaku Usaha di Fakultas Hukum Undip, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020). (dok.IKA UNDIP)

Menurut Budi, jika Indonesia ingin mencapai pertumbuhan sebesar 5,5 persen di tahun 2021, maka investasi perlu bertumbuh sebesar 13 persen dari nilai investasi di tahun 2019.

“Untuk dapat bertumbuh sebesar enam persen di tahun 2024, maka pertumbuhan investasi sebesar 40 persen dari nilai investasi di tahun 2019, atau dari rata rata 3.200 triliun pada periode 2015-2019 menjadi rata rata 4.400 triliun pada periode 2020-2024,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Kamis (27/2/2020).

Dengan Omnibus Law Cipta Kerja, kata Budi, diharapkan terjadi perubahan struktur ekonomi yang akan mampu menggerakkan semua sektor, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen-6,0 persen.

 Ini Langkah TNI Apabila Ada WNI yang Terinfeksi Virus Corona di Pulau Sebaru

Hal ini digenjot melalui penciptaan Lapangan Kerja yang berkualitas sebanyak 2,7 sd 3 juta per tahun, dibandingkan 20-2,5 juta jika tanpa Omnibus Law.

“Kita juga dorong peningkatan investasi sebanyak 6,6 persen-7,0 persen yang meningkatkan Income dan Daya Beli, dan mendorong Peningkatan Konsumsi (5,4 persen-5,6 persen)," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved