Minggu, 26 April 2026

Virus Corona

Penjelasan Penularan Virus Corona Bisa Terinfeksi Pada Jarak 1 Meter dari Pasien

Virus Corona yang mulai mewabah di Indonesia hanya bisa ditularkan melalui kontak dekat dengan pasien terinfeksi.

WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Penjual masker di Pasar Proyek, Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, diserbu warga pada Senin (2/3/2020) siang, menyusul adanya 2 warga Depok yang terinfeksi virus corona. 

WARTAKOTA -- Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menjelaskan soal Virus Corona atau Covid-19.

Diketahui, Achmad Yurianto kini telah ditunjuk menjadi juru bicara untuk penanganan Virus Corona.

Achmad Yurianto yang kerap dipanggil Yuri memaparkan Virus Corona yang mulai mewabah di Indonesia hanya bisa ditularkan melalui kontak dekat dengan pasien terinfeksi.

Lalu bagaimana orang bisa terinfeksi virus corona?

Hal ini terjadi ketika orang yang terinfeksi Virus Corona mengalami batuk, bersin, dan melakukan interaksi (bicara).

Terkait Virus Corona, TKA di Tangsel Akan Diperiksa Aktivitas Perjalanannya, Juga di Kab Tangerang

Wali Kota Tangerang Imbau ke Sejumlah Kantor dan Sekolah Terapkan PHBS Cegah Virus Corona!

Yuri menegaskan bahwa penularan Virus Corona dimungkinkan hanya dalam jarak sekitar satu meter dari orang terinfeksi.

Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa Virus Corona tersebut tidak dapat hidup sendiri.

Dalam teori bilogisnya, virus membutuhkan inang untuk dapat berkembang atau bertahan hidup.

Oleh karenanya, virus hanya dapat hidup di dalam sel yang juga hidup.

Yuri pun memberikan pernyataannya dengan perumpamaan benalu yang berkembang di sebuah pohon.

"Sama dengan benalu di pohon. Benalu ini bisa hidup kalau pohonnya hidup. Kalau pohonnya mati, pasti benalunya ikut mati," papar Yuri, dilansir KompasTV Live, Selasa (3/3/2020).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sel yang hidup tersebut terdapat pada saluran pernapasan orang yang sedang sakit atau imun tubuh lemah.

Adapun proses menularnya virus akan terjadi ketika sel terpapar virus tersebut terlepas keluar.

"Pada saat orang terinfeksi batuk, bersin, hingga berbicara maka sebagian selnya ini terlepas, terlempar yang kita sebut droplet," jelas Yuri.

Oleh karenanya, ia mengimbau agar masyarakat tahu lebih dalam tentang proses penyebaran virus corona ini.

Sebab, persyaratan utama dimungkinkan tertular Virus Corona hanya terjadi apabila melakukan kontak jarak dekat.

"Oleh karena itu logika kita, sehebat apapun orang sakit itu nggak mungkin dropletnya, percikan ludahnya itu terlemparnya sampai satu kilo dari mulutnya," tegas Yuri.

FOLLOW US:

Sementara, ia juga menekankan bahwa sel manusia yang terlepas dari tubuhnya hanya akan bertahan dalam waktu 10-15 menit.

Yuri mengatakan, sel manusia tersebut dapat mati karena tidak tahan akan pengaruh dari paparan ultraviolet, suhu, dan kelembaban yang ada di Indonesia.

"Rata-rata hanya akan bertahan di 10-15 menit. Setelah itu akan mati, indoor atau outdor," katanya.

Ia pun memberikan perumpamaan dengan percikan darah yang tertetes dari tubuh manusia.

Adapun sel darah dari percikan darah yang telah tertetes di luar tubuh manusia tersebut tidak akan bertahan atau akan mati dalam waktu 10 menit.

"Begitu sel itu mati, maka virus yang numpang di dalamnya pasti ikut mati," tegas Yuri.

Di sisi lain, ia mengimbau agar masyarakat selalu mengenakan masker jika sedang batuk, pilek, atau bersin-bersin.

Yuri mengatakan, sikap ini bukan hanya dilakukan ketika ada wabah Virus Corona, melainkan apapun halnya ketika sedang sakit.

"Supaya percikan droplet dia nggak ke mana-mana," tambah Yuri.

Ia pun menyinggung penggunaan masker yang terlalu berlebihan di kehidupan sosial seusai Presiden Jokowi mengumumkan adanya 2 WNI warga Depok, Jawa Barat positif corona.

Yuri menegaskan seharusnya penggunaan masker hanya dikenakan oleh orang yang terinfeksi atau sedang sakit.

Menkes Terawan: Masker Hanya untuk yang Sakit

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, berdasarkan keputusan WHO, penggunaan masker hanya diperuntukkan terhadap pasien yang sakit.

Sedangkan untuk yang sehat tidak perlu memakai masker.

"Yang pakai itu yang sakit. Yang tidak sakit, yang sehat itu ndak perlu pakai (masker). Itu keputusan WHO, maupun dari Amerika, semua sama, seluruh dunia sama keputusannya," ungkap Terawan, dilansir KompasTV.

Hal ini dilakukan agar pasien terinfeksi Virus Corona tidak menularkan kepada yang lainnya.

Sementara, bagi orang yang sehat hanya diperlukan perlindungan seperti menjaga kebersihan yang higenis.

Selain itu, juga menjaga daya tahan tubuh atau imunitas tidak menurun.

Terawan mengingatkan jika memang terdapat teman dekat yang sedang sakit, maka sebaiknya tidak perlu mendekat ataupun berinteraksi sementara waktu.

Untuk itu masyarakat diimbau tidak panik ataupun memborong masker secara berlebihan.

Lebih lanjut Terawan mengingatkan jika seseorang mengalami rasa takut dan khawatir yang terlalu berlebihan maka juga akan berpengaruh pada imunitasnya itu sendiri.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jubir Virus Corona Achmad Yurianto: Virus Corona akan Mati 10-15 Menit, Indoor atau Outdoor

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved