Breaking News:

Virus Corona

Paniknya Masyarakat Indonesia, Disebut Aming Jauh Lebih Bahaya dari Virus Corona

Kepanikan masyarakat Indonesia akan wabah virus corona, disebut Aming, jauh lebih bahaya dibandingkan wabah itu sendiri.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Kepanikan masyarakat Indonesia akan wabah virus corona, disebut Aming, jauh lebih bahaya dibandingkan wabah itu sendiri. 

Kepanikan masyarakat Indonesia akan wabah virus corona, disebut Aming, jauh lebih bahaya dibandingkan wabah itu sendiri.

Kepanikan yang terjadi membuat beberapa orang sampai memborong masker dan hand sanitizer yang mendadak dijual dengan harga fantastis.

Banyak orang sampai memborong bahan makanan seperti beras dan mie instan dalam jumlah banyak di supermarket.

Aming setelah syuting di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020). Ia geram melihat ulah para penimbun masker ditengah mewabahnya virus corona di Indonesia. Selain hukuman 5 tahun penjara, para penimbun barang bisa dikenai denda Rp 50 juta.
Aming setelah syuting di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020). Ia geram melihat ulah para penimbun masker ditengah mewabahnya virus corona di Indonesia. Selain hukuman 5 tahun penjara, para penimbun barang bisa dikenai denda Rp 50 juta. (Tribunnews.com/Bayu Indra Permana)

"Waspada perlu, tapi jangan terlalu paranoid. Ada yang lebih menyeramkan dari corona, yaitu mental bangsa kita yang cepat panik," kata Aming, Rabu (4/3/2020).

Aming geram melihat perilaku beberapa orang yang panik itu hingga memborong sembako dan sejumlah barang lainnya.

"Bagaimana dengan masyarakat yang kurang mampu. Memangnya daya beli masyarakat kita ini sama?" ujar Aming.

"Kalau mereka nggak bisa beli apa yang mereka inginkan bisa terjadi kecemburuan sosial dan chaos. Mau kayak tragedi 1998 lagi? Makanya intelektualnya dipakai," jelas Aming.

Penulis: Bayu Indra Permana
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved