Sabtu, 18 April 2026

Berita Video

VIDEO: Prisa Rianzi Mau Bunuh Diri Karena Tak Kuat Idap Tiroid dan Autoimun

"Aku harus minum steroid yang berat banget dan itu merusak ginjal aku juga dan aku sakit. Bedrest dan terus kayak badan aku gilak 100 kilo," tambahnya

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Prisa Rianzi disela jumpa pers Everblast Festival di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020). 

Beban berat harus dipikul musisi Prisa Rianzi (32) ketika ia sedang mengandung anak dari pernikahannya dengan pria berkwarganegaraan Amerika Serikat, Wayne Vidamo.

Pasalnya, ketika hamil delapan bulan di tahun 2013, Prisa Rianzi mengaku kakinya membengkak dan ia divonis dokter menderita penyakit tiroid.

"Karena tiroid di usia delapan bulan kata dokter sudah aman dan enggak berbahaya buat melahirkan. Tapi aku melahirkan anak prematur jadinya," kata Prisa Rianzi yang ditemui disela-sela acara 'Everblast Festival', di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).

Prisa mengakui bahwa tak lama kemudian, berat badannya terus bertambah sampai ke 100 kg setelah melahirkan anaknya yang bernama Zafy Rianzi Vidamo.

Kemudian, kesedihan melanda Prisa lagi. Ia divonis oleh dokter mengidap autoimun setelah melahirkan seorang anak.

"Sampai-sampai aku mau bunuh diri. Karena berat banget penderitaan ini, melahirkan anak prematur, mengidap tiroid, dan autoimun," ucapnya.

Mantan rekan duet grup band J-Rocks itu mengakui penyakit autoimunnya sangat parah setelah ia melahirkan.

"Jadi autoimun nya itu sempet parah sekali sampai aku tuh nyerah gitu. Soalnya sempat nyerang selaput basah aku, terus mata dan semua semua yang basah itu dan parah banget," jelasnya.

"Aku harus minum steroid yang berat banget dan itu merusak ginjal aku juga dan aku sakit. Bedrest dan terus kayak badan aku gilak 100 kilo," tambahnya.

Frustasi dan setres itu lah yang dirasakan oleh pemilik nama lengkap Prisa Adinda Arini Rianzi itu ketika berjuang melawan tiroid dam autoimun.

Perasaan itu semakin bertambah ketika Prisa mengakui kalau dirinya merasa ditinggal oleh teman-temannya yang tak ada yang mendukung dirinya untuk sembuh.

"I lost my friends, my confidence. Terus juga aku enggak produktif. padahal dari kecil aku produktif banget, aku selalu create everything. Sejak itu aku jadi enggak bisa berkarya karena stress banget, sehigga punya pikiran seperti itu (bunuh diri)," ungkap mantan personil grup band Vendetta tersebut.

Lebih lanjut, keinginan bunuh diri Prisa Rianzi semakin besar lantaran rasa setres dan frustasi yang dirasakannya terus bertambah karena tidak ada yang mendukungnya untuk sembuh.

"Aku kayak kehilangan support system aku. Tapi setelah baca forum, aku semangat lagi dan jalani hidup sehat, dari olahraga sampai menjaga maknan, dan melakukan diet ketat," ujar Prisa Rianzi. (Arie Puji Waluyo/ARI).

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved