Piala Liga
Pemain Berusia 19 Tahun Ini Sukses Curi Perhatian di Final Piala Liga
Phil Foden sukses mencuri perhatian di final Piala Liga. Pemain berusia 19 tahun ini siap bersaing dengan seniornya Kevin De Bruyne dan David Silva
Penulis: Rusna Djanur Buana | Editor: Rusna Djanur Buana
Final Piala Liga menjadi panggung bagi Phil Foden. Gelandang Manchester City berusia 19 tahun itu menjadi Man of the Match ketika Citizen menang 2-1 atas Aston Villa di final Piala Liga di Wembley Stadium.
Ini adalah kali ketiga Manchester City memenangi Piala Liga secara beruntun. Meski tidak mencetak gol Foden membuat asis menggunakan kepala untuk gol pembuka City yang dikoleksi Sergio Aguero. Foden juga menjadi dirigen orkestra serangan City sepanjang laga.
"Sehari sebelum laga pelatih (Pep Guardiola) membri tahu saya akan jadi starter. Ketika itu kami sedang mendengarkan taktik yang akan digunakan melawan Villa. Saya menjadi tak sabar dan hari ini menjadi laga yang tidak terlupakan," kata Foden.
"Setiap menit saya mencoba memberikan yang terbaik. Persaingan di lini tengah City sangat ketat, Anda bisa melihat di sana ada Kevin de Bruyne dan David Silva. Jadi saya harus memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan pelatih," imbuhnya.
Tentu bukan sebuah kebetulan ketika Foden berada di sisi kanan David Silva ketika sang kapten menggangkat trofi Piala Liga. Itu menjadi indikasi kuat bahwa peran Foden sangat penting dalam laga tersebut.
Jebolan akademi City ini telah bermain di 60 laga bersama tim senior dan mencetak sepuluh gol plus sembilan asis. Pada laga kemarin, dia menyelesaikan tiga dari empat dribel, 90 persen umpannya terukur termasuk dua umpan kunci, dan menang tujuh dari sepuluh kali duel.
City harus bekerja keras mengamankan bintang masa depan itu jika mereka gagal tampil di level Eropa selama dua musim ke depan. Seperti diketahui City sedang mengajukan banding atas hukuman UEFA akibat melanggar aturan financial fair play.
Sementara itu, Guardiola meminta timnya tidak larut dalam kegembiraan. Pasalnya masih ada beberapa laga krusial yang harus mereka selesaikan. Di bawah besutan Guardiola, City memenangi 11 trofi domestik, namun belum pernah menjadi juara di Liga Champions.
"Kecuali Liga Champions, kami melewati beberapa musim terakhir dengan sangat baik. Kini saat melakukan pemulihan, tidak ada istirahat tidak ada perayaan. Dalam beberapa pekan ke depan ada beberapa laga berat melawan Sheffield Wednesday, Manchester United, Burnley, dan kemudian melawan Real Madrid di Liga Champions," kata Guardiola.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/phil-foden-dan-rebecca-cooke.jpg)