Pilkada Depok 2020

UPDATE PDIP Panaskan Mesin Partai Jelang Pilkada Depok 2020 Melalui Musyawarah Ranting

Jelang Pilkada Depok 2020, PDIP mulai memanaskan mesin partai melalui Musyawarah Ranting (Musran) se-Kota Depok yang berlangsung di Hotel Bumi Wiyat

Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Ketua DPC PDIP Kota Depok Hendrik Tangke Allo seusai menghadiri Musyawarah Ranting se-Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Depok, Minggu (1/3/2020). 

Gerindra percaya diri alias Pede untuk mengusung Pradi, lantaran Hamzah menilai sekarang ini masyarakat Depok menginginkan figur yang lebih baru, lebih fresh dan lebih muda.

“Ya, jadi inilah sosok yang dimiliki Bang Pradi. Dan Bang Pradi ini juga tidak ada batasan dengan siapapun terutama dengan rakyat,” papar Hamzah yang juga sebagai Tim Pemenangan Gerindra di Pilkada Depok 2020 ini.

Dengan ketidak batasannya itu, pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Depok ini mengatakan masyarakat yang ingin bertemu Pradi tidaklah susah.

Terlebih, kata Hamzah sejauh ini Pradi kerap memenuhi undangan dari masyarakat untuk menghadiri beragam kegiatan.

“Beliau (Pradi) ini sosok yang sangat luar biasa. Masyarakat ngga perlu harus bagaimana (susah) ketemu sama Bang Pradi,” tuturnya.

Gerindra Pastikan 90 Persen SK DPP Bertuliskan Nama Pradi Supriatna

Partai Gerindra sudah dapat dipastikan akan mengusung petahana yakni Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna sebagai calon Wali Kota Depok dalam Pilkada 2020 mendatang.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Cabang (Sekjen DPC) Partai Gerindra Kota Depok Hamzah mengatakan, dari tingkat DPC, Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Fraksi Partai Gerindra sepakat untuk mengusung Pradi sebagai Calon Wali Kota Depok dari Gerindra.

"Terkait di DPP, alhamdulilah sudah 90 (akan merekomendasikan Pradi). Mudah-mudahan di akhir Maret ini SK nya keluar atas nama Bang Haji Pradi," papar Hamzah seusai menghadiri Musyawarah Ranting PDIP Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Depok, Minggu (1/3/2020).

Meski masih menyisakan 10 persen yang memungkinkan nama Pradi terjungkal dari kontestasi politik lima tahunan ini.

Namun Hamzah menegaskan kemungkinan hal itu bisa terjadi bila ada sesuatu yang sangat besar yang bisa menggoyahkan keputusan DPP Gerindra.

"Kalau ngga ada kejadian yang sangat luar biasa di DPP Gerindra, Insya Allah Bang Pradi yang mendapat rekomendasi (sebagai calon wali kota Depok)," katanya didampingi Pradi saat memberikan keterangan kepada awak media.

Gerindra percaya diri alias Pede untuk mengusung Pradi, lantaran Hamzah menilai sekarang ini masyarakat Depok menginginkan figur yang lebih baru, lebih fresh dan lebih muda.

"Ya, jadi inilah sosok yang dimiliki Bang Pradi. Dan Bang Pradi ini juga tidak ada batasan dengan siapapun terutama dengan rakyat," papar Hamzah yang juga sebagai Tim Pemenangan Gerindra di Pilkada Depok 2020 ini.

Dengan ketidak batasannya itu, pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Depok ini mengatakan masyarakat yang ingin bertemu Pradi tidaklah susah.

Terlebih, kata Hamzah sejauh ini Pradi kerap memenuhi undangan dari masyarakat untuk menghadiri beragam kegiatan.

"Beliau (Pradi) ini sosok yang sangat luar biasa. Masyarakat ngga perlu harus bagaimana (susah) ketemu sama Bang Pradi," tuturnya.

Surat DPP Gerindra Tak Kunjung Turun

Selain Pradi Supriatna, nama Yeti Wulandari pun muncul dari daftar pencalonan mewakili Gerindra pada kontestasi lima tahunan ini.

HINGGA saat ini belum ada tanda-tanda Partai Gerindra bakal memberikan rekomendasi kepada jagoannya di Pilkada Kota Depok.

Meski beberapa waktu lalu sempat terucap bahwa DPC Partai Gerindra Partai Kota Depok akan mengusung Pradi Supriatna sebagai calon Wali Kota Depok pada Pilkada mendatang, tetapi hingga kini surat keputusan dari DPP Partai Gerindra belum juga keluar.

Alhasil nama Pradi yang kini masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok masih memungkinkan untuk diganti dengan calon lainnya.

 VIDEO : Dijadikan Ban Serep Oleh PKS di Pilkada Depok 2020, Wali Kota Depok: Sah-Sah Saja

 Bupati Baku Hantam dengan Mantan Tim Sukses, Penyebabnya Hutang Piutang Pilkada

 Jika Tak Usung Incumbent, PKS Diprediksi Kalah di Arena Pilkada Kota Depok 2020

Nama Yeti Wulandari pun muncul dari daftar pencalonan mewakili Gerindra pada kontestasi lima tahunan ini.

Saat ini, Yeti menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kota Depok, yang sejak tahun 2009 menduduki kursi parlemen di Kota Depok.

Sehingga wajar bila namanya muncul dan digadang-gadang sebagai calon kuat selain Pradi.

Analisis tersebut disampaikan Peneliti Indonesian Politic and Policy Institute (IPPI) Muhammad Yusuf Asyari.

"Gerindra masih wait and see saya lihat. Tak mau langsung membuka front persaingan dengan 'sekutu' lamanya (PKS).

"Maka, Yeti jadi sosok yang fleksibel," papar Yusuf saat dihubungi wartawan, Jumat (21/2/2020).

Sementara itu, Pradi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Depok ini mengatakan, dalam Pilkada nanti kemungkinan besar Gerindra akan berpisah dengan PKS yang pada Pilkada 2015 lalu bergandengan dan berhasil merebut kemenangan.

Pradi mengesankan, pihaknya lebih membuka pilihan untuk mencalonkan partainya untuk posisi sebagai wali kota.

Namun menurut Yusuf, persaingan Pradi dan Yeti bakal memanas memperebutkan tiket Pilkada Depok.

Sebab, baik Yeti maupun Pradi punya kapabilitas mumpuni.

Namun Pradi, kata Yusuf lebih sedikit unggul lantaran kini menjabat sebagai wakil wali kota.

"Kemudian relasi dengan elite-elite partai di Depok juga bagus. Dua kali ikut Pilkada (2009).

"Tapi Yeti bisa jadi kuda hitam, beliau matang sebagai legislator," tutur Yusuf.

"Sekarang dia pimpinan DPRD. Intinya satu sama lain kuat," papar Yusuf.

Dia berkeyakinan penentuan siapa jagoan Gerindra, bakal tergantung dengan dinamika koalisi.

"Termasuk keputusan PKS. Saya yakin, akan mempengaruhi rekomendasi DPP (Gerindra)," katanya.

Pradi Supriatna Masih Fokus Bekerja

Meski diusulkan maju sebagai Calon Wali Kota pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok 2020, Pradi Supriatna mengaku hingga kini dirinya masih tetap fokus menjalankan amanah sebagai Wakil Wali Kota Depok.

 "Saat ini saya juga enggak bisa terus menerus didalam ranah tersebut (pencalonan), kenapa? Karena saya masih mengemban amanah tugas mendampingi Wali Kota," kata Pradi kepada wartawan di Kantor PWI Kota Depok, Selasa (11/2/2020).

Meski dirinya telah diusung Partai Gerindra dan juga PDIP sebagai partai yang berkoalisi dengan partai besutan Prabowo tersebut.

Namun Pradi mengatakan, dalam dunia politik, hal tersebut masih bersifat dinamis.

Artinya, bisa saja keputusan saat ini berubah-ubah terlebih pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Depok baru di buka pada Juni mendatang.

"Ini masih dinamis lah, semua masih membangun komunikasi dengan berbagai sahabat-sahabat partai, mudah-mudahan nanti muaranya kita dapatkan yang terbaik," paparnya.

Dalam koalisinya bersama PDIP, kedua partai tersebut hingga kini belum juga memaparkan siapa wakil yang nantinya akan berjuang bersama Pradi pada perhelatan demokrasi September nanti.

Pradi pun mengaku belum bisa membicarakan hal tersebut lebih jauh, apalagi saat ini para partai politik di Depok terus menunjukan taringnya dengan membangun komunikasi dalam menghadapi Pilkada 2020.

"Saya belum bicara sampai kesitulah, karena bisa kita lihat semua masih beuty contest, mau calon Wali, mau Calon Wakil, kita lihat aja nanti endingnya," katanya.

Untuk itu, demi tercapainya tujuan yakni meraih kursi pimpinan si Kota Belimbing.

Pradi mengaku dirinya  terua membuka komunikasi dengan parpol lain di Depok.

"Jadi hal yang seperti ditanyakan teman-teman tadi saya serahkan ke teman-teman di Partai," tuturnya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved