Perkokoh Kinerja Perusahaan, MPIS dan MPIP Tawarkan Skema Restrukturisasi

Jika proses restrukturisasi ini menemui hambatan atau mengalami kegagalan, lanjut Erwan, maka hal ini justru akan merugikan para pembeli surat hutang.

Perkokoh Kinerja Perusahaan, MPIS dan MPIP Tawarkan Skema Restrukturisasi
istimewa
Ilustrasi investasi 

JAKARTA – PT Mahkota Properti Indo Senayan (MPIS)  dan PT Mahkota Properti Indo Permata (MPIP) menawarkan skema restrukturisasi sebagai upaya dalam memberikan solusi atas keterlambatan pencairan surat hutang repo belakangan ini.

Restrukturisasi ini dimaksudkan untuk memperkokoh kinerja perusahaan dan hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pembeli surat hutang repo.

“Restrukturisasi  ini sekaligus untuk menjawab tantangan besar yang di hadapi dunia bisnis di tanah air sejak awal tahun 2020 sebagai akibat pelemahan ekonomi global yang berimbas pada kinerja berbagai perusahaan, termasuk yang terdaftar di pasar modal,” ungkap Direktur PT Mahkota Properti Indo Senayan (MPIS) Erwan Dwiyansyah dalam pernyataan resminya, Senin (2/3/2020).

Menurut Erwan Dwiyansyah, kepentingan para pembeli surat hutang repo akan selalu menjadi prioritas perusahaan dalam setiap pengambilan keputusan bisnis.

“Perusahaan menghimbau kepada seluruh pembeli surat hutang repo agar tetap tenang, berpikir dengan bijaksana serta memberi dukungan skema restrukturisasi,” imbuhnya.

PT MPIS dan PT MPIP meyakini pola restrukturisasi ini akan memperoleh tanggapan positif dari para pembeli surat hutang repo mengingat skema yang ditawarkan merupakan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

“Investasi sifatnya kepada sebuah institusi/korporasi, bukan ke wilayah yang bersifat pribadi. Dari pengamatan kami beberapa waktu terakhir, kami melihat ada beberapa pihak (oknum) yang dengan sengaja berupaya untuk mengganggu proses restrukturisasi ini dengan cara menyebarkan informasi yang tidak benar,” kata Erwan.

Jika proses restrukturisasi ini menemui hambatan atau bahkan mengalami kegagalan, lanjut Erwan, maka hal ini justru akan merugikan para pembeli surat hutang.   

PT MPIS dan PT MPIP akan mengambil tindakan hukum kepada pihak-pihak yang melakukan pemberitaan yang tidak benar terkait dengan PT MPIS dan PT MPIP guna menjamin situasi kondusif agar perusahaan dapat melakukan aktivitas dengan baik.

PT MPIS dan MPIP berkomitmen untuk melindungi kepentingan para pembeli surat hutang sekaligus memberikan potensi keuntungan dalam jangka panjang.

Perusahaan akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan skema restrukturisasi melalui media sosial dan melalui roadshow untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan para investor di beberapa kota besar di Indonesia.

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved