Pilkada Depok

Pakar Politik UI Ini Nyatakan Idris Cukup Satu Periode Saja Menjadi Wali Kota Depok, Apa Alasannya?

Pakar Politik UI Ini Nyatakan Idris Cukup Satu Periode Saja Menjadi Wali Kota Depok, Apa Alasannya?

Pakar Politik UI Ini Nyatakan Idris Cukup Satu Periode Saja Menjadi Wali Kota Depok, Apa Alasannya?
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat memberikan keterangan kepada wartawan di kawasan Margonda, Pancoran Mas, Depok, Selasa (18/2/2020). Ia diprediksi kesulitan hadapi Pilkada Depok 2020. 

Pakar Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI), Prof. Hamdi Muluk dengan tegas mengatakan, kepemimpiman Idris menjadi Wali Kota Depok cukup satu periode saja.

Hal itu dikatakan Hamdi berdasarkan dari hasil kinerja Idris selama lima tahun terakhir sebagai pimpinan di ranah eksekutif, tidak ada perubahan signifikan terhadap kemajuan kota berjuluk Kota Sejuta Maulid ini.

 "Menurut saya sudah cukup lah, enough is enough (Idris memimpin Depok)."

"Kenapa? karena Wali Kota Depok selama ini sibuk mengurus ideologi maka akan sulit untuk menjadi Depok lebih baik lagi," kata Hamdi Muluk saat diskusi Kalam HMI bertema Para Penantang Petahana 'Siapa Siap, Siapa Kuat' di Depok, Pancoran Mas, Depok, Jumat (28/2/2020).

Pakar Psikologis Politik Universitas Indonesia Prof Hamdi Muluk
Pakar Psikologis Politik Universitas Indonesia Prof Hamdi Muluk (Warta Kota/Vini Rizki Amelia)

Dengan cara kepemimpinan Idris selama ini, Hamdi menilai masyarakat Depok membutuhkan pemimpin yang bisa memberi pelayanan konkret.

Misalnya, perbaikan jalan, mengatasi kemacetan, perbaikan selokan, tersedianya pedestrian yang selama ini dikeluhkan warga dan lainnya.

VIDEO : Dijadikan Ban Serep Oleh PKS di Pilkada Depok 2020, Wali Kota Depok: Sah-Sah Saja

Presiden PKS: Tak Menutup Kemungkinan Comot Idris Abdul Somad pada Pilkada Depok 2020

Di mana hal itu tak dilihat Hamdi ada di cara Idris memimpin Depok selama ini, terlebih melihat sisa lebih anggaran pembiayaan (Silpa) pada APBD Kota Depok mencapai Rp 1 triliun.

"Seharusnya anggaran ini bisa dimanfaatkan. Ini artinya Pemkot tak ada program dan juga tak ada kemauan. Jadi cari aman saja," tutur Hamdi.

Jika masyarakat Depok inginkan perubahan ke arah yang lebih baik, Hamdi mengatakan harusnya pada Pilkada 2020 memdatang, pasangan calon wali kota yang maju setidaknya ada dua pasang.

Laga Perdana Persija Jakarta di SUGBK, Stasiun Palmerah Dibanjiri The Jakmania

Kepada partai politik di Depok, Hamdi menyarankan agar dapat mengikuti arus politik nasional saat ini.

Halaman
123
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved