Breaking News:

Virus Corona

FAKTA Menakjubkan Ditunjukkan Foto-Foto Satelit NASA di Daratan China setelah Wabah Virus Corona

Foto satelit NASA menunjukkan fakta menakjubkan, polusi di China benar-benar bersih setelah krisis Virus Corona.

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
photocollage/wartakotalive.com/dailymail
Polusi di China benar-benar bersih setelah wabah Virus Corona menyerang negara tersebut dan pemerintah melarang warga keluar rumah. Foto NASA dan Badan Antariksa Eropa menggunakan satelit pemantauan polusi mampu melacak penurunan kadar nitrogen dioksida selama dua bulan terakhir di daratan China. Foto ini diambil Januari 2020 saat baru terjadi wabah Virus Corona dan Februari 2020 setelah pemerintah melarang warga keluar rumah. 

Kemudian, tingkat PM2.5 di kota di Dataran Fenwei yang dikenal sebagai zona kontrol asap utama juga mengalami lonjakan angka polusi udara sebesar 26,6 persen.

Kini angka polusi mencapai 119 mikrogram per meter kubik dalam periode tersebut.

Oleh karena itu, Pemerintah China memaksa kota-kota utara yang rawan kabut asap untuk menerapkan pembatasan emisi khusus pada Oktober 2018 hingga Maret 2019.

Adapun upaya ini guna mengimbangi meningkatnya tingkat pembakaran batu bara dari sistem penghangat negara selama musim dingin yang juga merupakan target negara di tahun ini.

Sebelumnya, Pemerintah China menyalahkan kondisi kualitas udara yang buruk selama dua bulan itu.

Mereka mengatakan bahwa efek El Nino yang lemah, peningkatan suhu dan kelembaban telah membuat lebih sulit untuk menyebarkan emisi.

Meskipun dengan kondisi kualitas udara yang buruk, mau tidak mau masyarakat berupaya agar tidak gagal memenuhi target.

Kementerian telah berjanji untuk menindak daerah yang gagal memnuhi target, namun belum tahu hukuman apa yang akan mereka hadapi.

Provinsi Hebei dan Shanxi, di mana termasuk delapan kota berkabut di China, telah membentuk sistem "reward and punishment".

Daerah yang memiliki kinerja terburuk nantinya harus membayar denda ke daerah-daerah yang telah melakukan hal terbaik.

Pada Rabu (20/3/2019), Provinsi Hebei menerbitkan daftar 14 distrik yang gagal memenuhi target negara di tahun 2018, termasuk zona industri utama di Tangshan, kota penghasil baja terbesar di China.

Berdasarkan informasi dari Pemerintah Provinsi, kepala daerah dari 14 distrik tersebut dipanggil ke Biro Perlindungan Lingkungan Provinsi untuk menerima kritik publik. (dailymail.com/kompas.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Angka Polusi Nasional China Naik 5 Persen pada Januari-Februari 2019"
Penulis : Retia Kartika Dewi

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved