Breaking News:

Virus Corona

FAKTA Menakjubkan Ditunjukkan Foto-Foto Satelit NASA di Daratan China setelah Wabah Virus Corona

Foto satelit NASA menunjukkan fakta menakjubkan, polusi di China benar-benar bersih setelah krisis Virus Corona.

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
photocollage/wartakotalive.com/dailymail
Polusi di China benar-benar bersih setelah wabah Virus Corona menyerang negara tersebut dan pemerintah melarang warga keluar rumah. Foto NASA dan Badan Antariksa Eropa menggunakan satelit pemantauan polusi mampu melacak penurunan kadar nitrogen dioksida selama dua bulan terakhir di daratan China. Foto ini diambil Januari 2020 saat baru terjadi wabah Virus Corona dan Februari 2020 setelah pemerintah melarang warga keluar rumah. 

Enam peta tambahan yang berfokus pada Wuhan mengungkapkan konsentrasi nitrogen dioksida selama tiga periode termasuk sebelum Tahun Baru Imlek, selama perayaan dan setelah perayaan pada 2019 dan 2020.

Sementara ada penurunan drastis dalam tingkat nitrogen dioksida dalam 12 bulan, ilmuwan NASA Barry Lefer menambahkan bagaimana peraturan lingkungan baru yang ditegakkan oleh otoritas Cina selama beberapa tahun terakhir telah berkontribusi, menurut Fox News.

Polusi di China

Sebelumnya diberitakan, kondisi udara yang tercemar membuat tingkat polusi di China mengalami kenaikan.

Konsentrasi rata-rata partikel udara PM 2.5 yang ada di China naik 5,2 persen pada Januari-Februari 2019.

Dilansir dari Reuters, berdasarkan survei Kementerian Ekologi dan Lingkungan, naiknya polusi udara PM 2.5 ditandai dengan kondisi konsentrasi partikel udara di China, yakni 61 mikrogram per meter kubik.

Kondisi cuaca di Hutong, China, pada hari yang tercemar di pusat Beijing, Cina (2/3/2019).
Kondisi cuaca di Hutong, China, pada hari yang tercemar di pusat Beijing, Cina (2/3/2019). ((REUTERS / Jason Lee/kompas.com))

Selain itu, dari 337 kota di China, tercatat sebanyak 83 kota saja yang mencapai standar nasional konsentrasi udara sebesar 35 mikrogram.

Sementara itu, tingkat polusi PM 2.5 yang terjadi di 28 kota di wilayah pengendalian pencemaran utama Beijing-Tianjin-Hebei mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Angkanya naik sebesar 24 persen menjadi rata-rata 108 mikrogram per meter kubik selama Januari-Februari 2019.

Adapun angka ini 10 kali lebih besar dari angka yang direkomendasikan aman oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved