Ditjen Kekayaan Intelektual Gerebek Ruko Terkait Dugaan Tayangan Konten Mola TV

Ruko ini digerebek setelah diduga menayangkan salah satu konten milik Mola TV secara ilegal.

Editor: Ahmad Sabran
istimewa
Petugas Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham menindak operator TV kabel di Pekanbaru yang diduga menayangkan konten secara ilegal. 

Penindakan terhadap local cabel operator (LCO) atau operator TV kabel lokal yang menayangkan konten secara ilegal terus digencarkan.

Aparat penegak hukum terus memburu operator TV kabel di sejumlah kota di Indonesia yang diduga melanggar undang-undang hak cipta.

Salah satunya di kota Pekanbaru, Riau, di mana aparat dari Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI menggerebek salah satu kantor operator TV kabel di yang menayangkan konten secara ilegal.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) DJKI di bawah supervisi Kasubdit Penindakan dan Pemantauan, Ronald Lumbuun, menggelar penindakan hukum terhadap satu unit ruko empat lantai di Pekanbaru.

Ruko tersebut dioperasikan PT HMV, salah satu operator TV kabel terbesar di Pekanbaru.

Ruko ini digerebek setelah diduga menayangkan salah satu konten milik Mola TV secara ilegal.

Ronald menuturkan, penindakan ini setelah pihaknya menerima pengaduan perihal adanya dugaan pelanggaran hak cipta di daerah Pekanbaru dan Dumai, serta terlebih dahulu melakukan penyelidikan terhadap PT HMV sejak akhir tahun 2019 lalu.

Tak hanya PT HMV, PPNS dari DJKI juga menyelidiki satu operator TV kabel lainnya, PT DMJ yang beroperasi di Dumai.

Hingga akhirnya pada Kamis (27/2/2020) lalu dilakukan penindakan di dua lokasi tersebut.

"Hasil gelar perkara berkesimpulan bahwa kasus ini, dengan dua titik di Dumai dan Pekanbaru, layak dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan," kata Ronald saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2020).

Dari penindakan di PT HMV dan PT DMJ, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa alat yang diduga kuat berfungsi mendistribusikan konten secara ilegal.

Petugas juga sudah memeriksa sejumlah orang menyusul penindakan tersebut.

"Kalau yang di Pekanbaru itu, yang sudah kita periksa satu orang berinisial H sebagai pemilik, satu orang teknisi, dan empat orang karyawan administrasi. Jadi total enam orang yang statusnya masih sebagai saksi," kata Ronald.

"Kalau yang di Dumai sudah empat saksi diperiksa, termasuk pemilik," imbuh dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved