Breaking News:

Asyiknya Menapaki Lintasan Lari di Tepian Laut dan Hutan Mangrove Bersama PIK Runners

Lari bersama PIK Runners terasa mengasyikkan, apalagi di lintasan dengan pemandangan unik tepian laut lepas, hutan mangrove, hingga bangunan ikonik.

Warta Kota/Max Agung Pribadi
Komunitas PIK Runners lari bersama di kawasan Pulau D Pantai Indah Kapuk, Sabtu (29/2/2020). 

Langkah ringan langsung menuju jembatan masuk ke dalam kawasan reklamasi PIK.

Jalan aspal mulus dan lebar dengan pemandangan lahan terbuka luas menyajikan kesegaran.

Tak banyak kendaraan dan matahari pun sembunyi dibalik awan kelabu.

Semua berlari penuh semangat sambil sesekali berceletuk memancing tawa.

Di jembatan PIK.
Di jembatan PIK. (Warta Kota/Max Agung Pribadi)

Tak jarang rombongan bertemu teman sesama pelari, bertegur sapa dan bercanda.

Sampai ujung jalan di bundaran, kami berbelok ke kanan.

Di pinggir jalan ada gedung yang sedang dibangun dengan ornamen berupa lengkungan dalam jumlah banyak berderet-deret mengingatkan pada Lawang Sewu di Semarang.

Kami terus berlari sampai ujung jalan yang mengarah ke tanggul.

Di atas tanggul ada lintasan lari dan bersepeda. Sudah banyak yang berolahraga pagi itu.

Pemandangan kini berganti laut lepas di sisi kiri dan gedung-gedung yang sedang dibangun di kejauhan.

Asyiknya dihembus angin pantai.
Asyiknya dihembus angin pantai. (Warta Kota/Max Agung Pribadi)

Angin sejuk terasa menyegarkan. Kami terus berlari dan sesekali berhenti untuk mengambil gambar.

Sepanjang  jalan, Cahyo Agung, fotografer lepas yang kondang di kalangan komunitas pelari dan pesepeda, sibuk mengambil gambar.

Jalan di atas tanggul yang memutari pulau reklamasi itu belum sepenuhnya rampung, namun sudah sangat nyaman digunakan sebagai lintasan lari maupun bersepeda.

Sekitar satu kilometer berlari lintasan berbelok mengarah ke jembatan pulau. Kini di pinggiran kiri sabuk hutan mangrove memagari lintasan. Hijaunya terasa menenangkan.

Berfoto dengan latar belakang tiang kembar jembatan reklamasi yang ikonik memompakan semangat baru untuk melanjutkan lari sampai ke titik balik di kilometer empat.

Di kawasan hutan mangrove.
Di kawasan hutan mangrove. (Warta Kota/Max Agung Pribadi)

Kegiatan lari dilanjutkan lewat rute yang sama kembali ke Momojo Coffee. Di kafe, sambil manyantap sarapan yang disediakan, anggota mendengarkan paparan dari distributor mobil premium Lexus.

Lari bersama PIK Runners hari itu memang hanya delapan kilometer. Namun seperti juga momen lari lainnya yang ditekuni, kebersamaan di lintasan lari itu dan sesudahnya, senantiasa mengikat rasa kekeluargaan di dalam komunitas.

Penulis: Max Agung Pribadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved