Breaking News:

Banjir Bekasi

WALI KOTA Bekasi Akui 13 Sipon Bawah Tol Jakarta-Cekampek Belum Pernah Dikeruk Sejak 1980

Sebanyak 13 saluran bawah di Tol Jakarta Cikampek belum pernah dikeruk, membuat sedimentasi yang berakibat banjir di wilayah Kota Bekasi.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Sebanyak 13 sipon atau saluran bawah di Tol Jakarta Cikampek belum pernah dikeruk. Sehingga membuat sedimentasi yang berakibat banjir di wilayah Kota Bekasi. Kondisi Sipon atau saluran bawah di Tol Jakarta Cikampek, Jumat (28/2/2020). 

Sebanyak 13 sipon atau saluran bawah di Tol Jakarta Cikampek belum pernah dikeruk. Sehingga membuat sedimentasi yang berakibat banjir di wilayah Kota Bekasi.

Titik lokasi sipon itu mulai di Bekasi Timur sampai dengan perbatasan dengan DKI Jakarta.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, sebanyak 13 siphon itu kondisinya sudah sangat memperihatinkan.

Sipon itu sudah penuh sedimentasi karena sejak tol itu dibangun belum dilakukan normalisasi.

"Ini kan sipon sudah sedimentasi sejak tahun 1980-an, ini jadi persoalan. Jadi tak nampung air dari selatan ke utara, mengalir antre," ujar Rahmat, kepada awak media, pada Kamis (27/2/2020).

 Viral di Medsos Sejumlah Jalan di Kota Tangerang Macet Parah Karena Banjir, Bikin Jengkel Warga

 Guru Kesenian Ajak Siswinya Berzina di Dalam Mobil, Diajak Belanja Sampai Diimingi Nilai Bagus

 Keluarga Ashraf Sudah Balik ke Malaysia, Ini Permintaan Ibunya: Tolong Doakan Jangan Terputus

 Mama Muda Jualan Sabu, Kasih Iming-Iming Bonus yang Bikin Kaget

Rahmat menjelaskan, selain karena sedimentasi, area sipon bawah tol Japek juga terganggu akibat adanya pembangunan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Jakarta-Bandung.

Pembangunan tiang penyangga proyek itu menutup saluran sipon sehingga aliran air terganggu.

"Itu kan proyek nasional, jangan sampai mengganggu sipon-sipon kita, yang dari selatan tol ke bagian sana itu mampet karena tertutup," jelas dia.

Rahmat mencontohkan sipon yang terganggu akibat proyek tersebut yakni di Perumahan Taman Cikas.

 BREAKING NEWS: Rumah Quraish Shihab di Cilandak Dibobol Maling

Akibat dari itu kapasitas saluran air berkurang separuhnya karena ada galian yang dipasang sheet pile.

"Di Perum Cikas itu sudah separuh (ketutup), karena engga ada tempat lagi kan mereka gali, gali sheet pile tapi malah jadi keurug," kata Rahmat.

Ia meminta agar proyek KCIC ini bertanggungjawab dan memperhatikan dampak dari pembangunan mereka.

 Ini Langkah TNI Apabila Ada WNI yang Terinfeksi Virus Corona di Pulau Sebaru

"Boleh gali, boleh kerjain ya mbok habis dikerjain digeser, karena dia punya alat berat, jadi jangan sampai menggangu. Jangan sampai nutup saluran," tandas Rahmat. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved