Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Korban Banjir Tangerang Banyak Derita Darah Tinggi

Mereka dievakuasi di posko pengungsian. Ada pula yang masih bertahan di rumah lantai dua. Dan juga pindah ke rumah sanak sauaranya.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Tenaga medis Puskesmas Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Ia menyebut sepekan banjir yang belum surut, menyebabkan 60 orang mengalami sakit. 

Sudah sepekan banjir di kawasan Periuk, Kota Tangerang tak kunjung surut. Sejumlah warga yang terdampak pun banyak yang terserang penyakit.

Mereka dievakuasi di posko pengungsian. Ada pula yang masih bertahan di rumah lantai dua. Dan juga pindah ke rumah sanak sauaranya.

Di lokasi pengungsian didirikan posko kesehatan. Sejumlah warga yang tumbang itu pun berobat ke posko tersebut.

Hal itu diungkapkan langsung oleh tenaga medis Puskesmas Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Ari. Ari merinci sudah lebih dari 60 orang korban banjir yang mengalami sakit.

"Hari pertama itu ada 36 orang yang berobat. Kemudian disusul dengan hari berikutnya yakni 14 dan 11 orang," ujar Ari saat ditemui Warta Kota di posko kesehatan, Periuk, Kota Tangerang, Jumat (28/2/2020).

Para pasien ini terdiri dari balita, anak - anak, remaja dan lansia. Jenis penyakitnya pun beragam.

"Ada yang demam, diare dan gatal - gatal," ucapnya.

Bahkan menurut Ari sebagian korban banjir ini mengalami tensi darah yang cukup tinggi. Sehingga membuat mereka tumbang.

"Banyak yang darah tinggi, stres karena banjir ini," kata Ari.

Ari menuturkan sejumlah stock obat - obatan pun masih mencukupi di posko kesehatan ini. Begitu juga dengan peralatan dan tenaga medis.

"Tapi kalau ada yang parah banget sakitnya, kami langsung rujuk ke RSUD. Mobil ambulans juga disiapkan di posko untuk mengangkut pasien," ungkapnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved