Berita Video
VIDEO: Arab Hentikan Umroh, Biro Perjalanan Sebut Jamaah Dirugikan
Direktur Babul Ka'bah, Rini mengaku pada tanggal 2 Maret 2020 ini pihaknya bakal memberangkatkan 45 jamaah umrah melalui biro perjalanannya.
Penangguhan akses masuk ke wilayah Arab Saudi yang ditetapkan oleh pemerintahan Arab Saudi berdampak terhadap biro perjalanan umrah di tanah air.
Beberapa biro perjalan umrah pun harus terpaksa mengatur ulang jadwal pemberangkatan kepada jamaah yang sudah terjadwal melakukan perjalan di waktu kebijakan tersebut diputuskan.
Hal ini pula yang membuat pihak biro perjalanan umrah Babul Ka'bah yang terpaksa menagtur ulang jadwal pemberangkatan para jamaahnya ke tanah suci Mekkah bagi umat beragama Islam.
Direktur Babul Ka'bah, Rini mengaku pada tanggal 2 Maret 2020 ini pihaknya bakal memberangkatkan 45 jamaah umrah melalui biro perjalanannya.
Namun, perjalanan itu dipastikan batal mengingat kebijakan penangguhan memasuki kawasan Arab Saudi terkait penyebaran virus corona.
"Kita rencana tanggal 2 Maret berangkat ada 45 orang, tanggal 10 Maret ada 40 jemaah. Memang agak sedikit dipusingkan dengan adanya ini. Karena semua keberangkatan grup jamaah ini sudah kita persiapakan jauh hari sebelumnya. Tiket, hotel, visa, kemudian jamaah juga sudah siap semua dengan perlengkapannya," kata Rini saat ditemui dikantornya, Jalan Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (28/2/2020).
Rini pun mengaku bahwa para jamaah yang rencananya bakal diberangkatkan pada jadwal tersebut dapat menerima keputusan itu.
Meski kekecewaan tak dapat terhindarkan dikarenakan persiapan yang matang telah dilakukan oleh para jamaah umrah.
Ia mengatakan kerugian lebih berdampak pada pihak jamaah, terlebih mereka yang berada di luar kota Jakarta.
Sebab, para jamaah dari luar wilayah Jakarta itu terpaksa merugi akibat tiket perjalanan domestik yang dibatalkan.
Ditambah biaya sewa hotel domestik yang telah dibayar oleh para jamaah sebelum pemberangkataan ke tanah suci Mekkah.
"Hanya ada jamaah yang kesulitan meminta izin, mengajukan cutinya agak susah, sudah jauh-jauh hari. Tapi surat semua dari kedutaan, dari Kerajaan Saudi sudah kita sampaikan. Kantor masing-masing pasti mereka akan paham," jelas Rini.
"Apalagi kalau jamaahnya dari luar kota. Mereka sudah beli tiket (pesawat) domestik, misalnya dari Jogja dia sudah stand by di terminal tiga dia sudah berangkat, nah itu kan yang kerugiannya," sambungnya.
Ia pun memastikan kepada para jamaah bahwa perjalanan akan tetap dijadwalkan sepasca pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali perjalanan ke wilayahnya.
Sembari pihaknya terus memantau perkembangan dari negeri Arab itu terkait waktu yang dapat dijadwalkan dalam perjalan umrah.
"Kita akan memperjuangkan untuk jamaah, karena jamaah tidak tahu apa-apa. Keinginan untuk berangkat tinggi, biayanya tinggi, dan kita sebagai penyelenggara sudah mengeluarkan biaya itu," tandasnya. (m23)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jemaah-umrah-6.jpg)