Breaking News:

Demo Ojol

UCAPAN Anggota DPR Ini Picu Demo Ojol di Gedung DPR Jakarta dan Sejumlah Daerah di Indonesia

Inilah pernyataan Wakil Ketua Komisi V DPR yang menjadi pemicu unjuk rasa ojek online (ojol) di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

Editor: Suprapto
(Sumber: DPR.go.id/Andri)
Ucapan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Nurhayati Monoarfa picu demo ojek online (ojol). Nurhayati mengusulkan pembatasan wilayah operasi ojol. 

Demo ojek online atau demo ojol semakin meluas.

Demo ojol tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi juga di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (28/2/2020).

Mereka menolak pendapat Wakil Ketua Komisi V DPR Nurhayati Monoarfa yang mewacanakan adanya aturan mengenai area mana saja yang diperbolehkan bagi kendaraan roda dua untuk melintas.

Dewan mengusulkan pembatasan wilayah operasi ojol.

Pernyataan itu dilontarkan Nurhayati saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR dengan pakar mengenai Rancangan Undang-Undang Jalan dan Transportasi di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Ribuan Pengemudi Ojek Online Demo di depan DPR, Tolak RUU Pembatasan Sepeda Motor di Jalan Nasional

Massa demo ojol di Sukabumi juga mengkritisi pernyataan Nurhayati Monoarfa yang menyinggung sepeda motor tidak selayaknya jadi transportasi umum.

Juru bicara demo ojol di Jakartra, Lutfi Iskandar, tak membantah jika demo ojol hari ini di sejumlah daerah tidak terlepas dari pernyataan anggota DPR dari Fraksi PPP itu.

Namun tak hanya itu, para pengendara ojol juga memiliki tuntutan yakni meminta DPR merevisi UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Mereka mendesak adanya aturan yang menjadikan kendaraan roda dua sebagai transportasi khusus terbatas. 

Tuntutan tersebut juga diperjuangkan oleh pengendara ojol yang melakukan di daerah masing-masing,  seperti di Sumatera Utara serta Makassar.

"Kami meminta DPR merevisi UU nomor 22 tahun 2009," ujar Lutfi kepada wartawan di lokasi demo, depan gedung DPR, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Demo ojol hari ini sebanyak 1.000 aparat kepolisisan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat diterjunkan untuk mengawal jalannya demo.

Selain personel, mobil pengurai massa atau barakuda dan mobil meriam air juga dipersiapkan. Kedua mobil itu ada yang terparkir di dalam gedung DPR dan menghadap massa diluar pagar DPR serta ada juga bersiaga di luar gedung.

Penulis : Johannes Mangihot/kompastv

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved