Banjir Bekasi

Kota Bekasi Hanya Miliki 15 Persen RTH, Wakil Wali Kota Sebut Jadi Penyebab Banjir

Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi mencatat ruang terbuka hijau di Kota Bekasi hanya ada 15 persen dari luas wilayah.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Hertanto Soebijoto
Istimewa
Evakuasi warga di Perumahan Dukuh Bima, Jalan Utama Raya Lambang Sari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (25/2/200). Ketinggian air di lokasi ini mencapai 150 cm. 

Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi mencatat ruang terbuka hijau di Kota Bekasi hanya ada 15 persen dari luas wilayah.

Hal itu menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.

"Jadi memang persoalan itu penanganan kan harusnya dari hulu sampai hilir. Kita sudah punya masalah di hulunya adalah bagaimana beban ini menjadi semakin tinggi, karena ada tata guna lahan yang berubah," kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, kepada awak media, pada Kamis (27/2/2020).

Tri menerangkan, tata guna lahan yang berubah dikarenakan pembangunan yang membuat penurunan dalam penyerapan air ketika hujan.

Seluruh air hujan langsung mengalir ke kali, sedangkan kali tidak dapat menampung dengan baik.

 Viral di Medsos Sejumlah Jalan di Kota Tangerang Macet Parah Karena Banjir, Bikin Jengkel Warga

 Guru Kesenian Ajak Siswinya Berzina di Dalam Mobil, Diajak Belanja Sampai Diimingi Nilai Bagus

 Keluarga Ashraf Sudah Balik ke Malaysia, Ini Permintaan Ibunya: Tolong Doakan Jangan Terputus

 Mama Muda Jualan Sabu, Kasih Iming-Iming Bonus yang Bikin Kaget

"Sehingga air semua larinya ke kali. Kali yang ada kita ketahui bahwa kapasitasnya tidak bertambah walaupun kemudian secara berkala kita lakukan pengangkutan sedimentasi," beber Tri.

Maka dari itu, sambung Tri, pihaknya akan berusaha menguasai lahan-lahan untuk dijadikan area tampungan air.

Pemkot Bekasi akan membangun tandon atau embung sebagai tangkapan air di sejumlah wilayah.

"Bagaimana kita menguasai tanah-tanah yang sekarang ini belum di bangun. Seperti kita menetapkan Polder Situwong, Polder Kempo ya itulah yang akan kita kuasi untuk menambah jumlah RTH yang ada," ucap Tri.

 BREAKING NEWS: Rumah Quraish Shihab di Cilandak Dibobol Maling

Tri menuturkan, dalam peningkatan RTH tentunya juga ada kontribusi pengembang swasta yang diwajibkan menyediakan RTH dan dijadikan lahan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) milik Pemkot Bekasi.

"Kita sudah menetapkan lokasi yang ditetapkan sebagai folder. Itu yang memerlukan pembebasan lahan maupun kewajiban swasta. Intinya semua berperan dalam hal ini," imbuh Tri.

Tri menambahkan selain solusi itu, untuk solusi jangka pendeknya ialah dengan meningkatkan kuatan pompa yang ada.

Total ada 36 pompa yang dimilik Pemkot Bekasi dan dibantu pompa milik perumahan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved