Breaking News:

Anggota DPR Wacanakan Hapus Ojek Online, Abang Ojol Ini Khawatir Bakal Main Judi Lagi

JATI (48), pengemudi ojek online (ojol), resah dengan pernyataan Wakil Ketua Komisi V F-PPP Nurhayati Monoarfa.

WARTA KOTA/DESY SELVIANY
Jati mengisahkan masa kelamnya saat belum bergabung dengan ojek online, di sela aksi demonnstrasi driver ojol di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2020). 

Sehingga, pengemudi bisa aman ketika mengemudi.

"Bukan malah ujung-ujungnya menyebut akan dihapuskan," cetus Agus.

Sampai saat ini, keluarga Agus hanya menggantungkan hidup dari aplikasi Gojek.

PDIP Bilang Banjir Jakarta Naik Kelas karena Sudah Sampai Menteng, Siklus 5 Tahunan Tak Berlaku Lagi

Sebelum tahun 2013, Agus hanya mengandalkan pendapatan yang tidak menentu sebagai pengemudi ojek pangkalan.

"Kalau sekarang per hari saya bisa dapat Rp 200 ribu. Dulu penghasilan tidak menentu," papar bapak satu anak itu.

Namun begitu, ia mengaku ada penurunan omzet dari tahun ke tahun.

BERAKSI Sendirian, Perampok Berpistol Gondol 4 Kg Emas di Pinangsia, Tukang Sampah Ditembak

Dulu di awal bergabung, ia bisa mendapatkan omzet Rp 700 ribu per hari.

Oleh karena itu, menurut Agus, yang seharusnya keluar dari lidah wakil rakyat ialah memikirkan kesejahteraan pengemudi ojek online.

Bukan justru malah berniat menghapus moda transportasi tersebut.

Sempat Memanas

Ribuan pengemudi ojek online kecewa tidak dapat masuk ke Gedung DPR.

Mereka ingin bertemu Wakil Ketua Komisi V F-PPP Nurhayati Monoarfa, untuk bertanggung jawab atas pernyataannya yang hendak menghapuskan ojek online.

Pantauan Wartakotalive sampai pukul 15.00 WIB, ribuan pengemudi ojol masih berdemonstrasi di depan pintu gerbang DPR, Jumat (28/2/2020).

Manfaatkan Wabah Virus Corona, Pabrik di Cilincing Jual Masker Ilegal Rp 230 Ribu per Boks

Satu mobil komando terparkir di depan gerbang DPR, Jalan Gatot Subroto.

Akibatnya, Jalan Gatot Subroto arah Grogol ditutup sejak Jumat pagi.

Namun menjelang sore, sebagian para pengendara ojol balik badan dari aksi demonstrasi.

Pembangunan Sirkuit Formula E Bikin Batu Alam di Monas Tergores, Jakpro Anggap Sebagai Masukan

Hal itu lantaran tidak ada satu pun anggota DPR yang keluar untuk berkomunikasi dengan ribuan driver ojol yang kecewa.

Sebagian lainnya bertahan di Jalan Gatot Subroto.

Mereka meminta pihak DPR segera membuka pintu dan mengizinkan perwakilan mereka masuk ke dalam.

Saat Banjir, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Mundur Demi Jabatan Lebih Prestisius, Ada Tekanan?

Suasana sempat memanas pukul 15.15 WIB, karena tidak ada satu pun anggota DPR yang keluar untuk menangkal pernyataan Nurhayati Monoarfa.

"Masuk, masuk, masuk," teriak ribuan driver ojol berniat menggeruduk DPR.

Setelah situasi semakin memanas, pukul 15.40, perwakilan anggota DPR keluar dan naik ke atas mobil komando.

KRONOLOGI Warga Ciledug Melahirkan di Mobil PLN Saat Banjir, Sempat Ribet Proses Administrasi Klinik

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Rachmat Gobel menenangkan ribuan pengemudi ojol yang mulai memanas karena pernyataan Nurhayati.

"Jadi saya jamin ojol tidak akan dihapus."

"Kebutuhan masyarakat juga tidak bisa ditampikkan."

FADLI Zon: Masa Baru Berapa Bulan Sudah Ngomongin 2024? Seperti Orang Kebelet Mau Ganti Presiden

"Orang saya saja pakai ojol, kok," kata Rachmat Gobel di atas mobil komando, pukul 15.40 WIB.

Puas mendengar pernyataan tersebut, para demonstran bersedia membubarkan diri.

Pukul 15.50 WIB, satu per satu dari mereka membubarkan diri.

Bela Anies Baswedan, Fadli Zon: Dari Zaman Belanda Jakarta Sudah Banjir

Pukul 16.02 WIB, Jalan Gatot Subroto arah Grogol kembali dibuka.

Diketahui sebelumnya Wakil Ketua Komisi V F-PPP Nurhayati Monoarfa mengeluarkan statement kontroversial.

Ia menyebut kendaraan umum berbasis roda dua harus dihapuskan.

Hal itu mengingat banyaknya kecelakaan yang terjadi pada pengemudi ojol. (*)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved