Virus Corona

Warga Kelurahan Pulau Panggang Dukung Rencana Observasi Virus Corona di Sebaru

Seorang tokoh masyarakat setempat, H. Yusuf mengatakan pihaknya mendukung adanya observasi di Pulau Sebaru terkait virus corona.

Warga Kelurahan Pulau Panggang Dukung Rencana Observasi Virus Corona di Sebaru
istimewa
sosialisasi penunjukan Pulau Sebaru sebagai tempat observasi 188 WNI terkait wabah virus corona di Aula Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. (Dok. Sudin Kominfotik P1000). 

Warga Kelurahan Pulau Panggang mendukung rencana pemerintah pusat untuk melakukan observasi 188 WNI di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.

Seorang tokoh masyarakat setempat, H. Yusuf mengatakan pihaknya mendukung adanya observasi di Pulau Sebaru terkait virus corona.

“Kita harus rangkul dan terima mereka, karena 188 orang ini ada WNI,” kata H. Yusuf, Rabu (26/2).

Apalagi warga juga sudah mendapat sosialisasi tentang mengobservasi 188 WNI terkait wabah virus corona di Aula Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

Namun demikian pihaknya berharap agar pemerintah pusat memastikan kondisi 188 WNI tersebut dalam keadaan sehat saat mengikuti proses observasi.

“Dn kita harapkan tidak ada hal-hal yang akan membuat warga semakin khawatir,” tuturnya.

Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad mengatakan pemilihan Pulau Sebaru sebagai tempat observasi sudah dilakukan secara matang dan mempertimbangkan berbagai aspek.

“Pulau Sebaru dinilai paling tepat untuk tempat observasi karena ada bangunan bekas rehabilitasi yang masih bagus,” ucap Husein.

“Selain itu letaknya strategis, jauh dari pulau pemukiman dan dikelilingi pulau kosong. Ini keputusan negara demi keselamatan warganya,” tambah Husein.

Sementara itu masyarakat juga tidak boleh untuk mendekat ke Pulau Sebaru selama proses observasi. Apalagi penanganan observasi ini dilakukan sesuai prosedur internasional yang ketat dan aman.

“Di pulau itu akan diberlakukan zona terbatas untuk aktivitas masyarakat baik itu nelayan atau wisatawan. Disana dijaga oleh petugas-petugas yang spesialis menangani virus,” katanya.

Observasi ke Pulau Sebaru sesuai peraturan internasional dimana ketika mengembalikan warga negaranya harus dilakukan observasi selama dua minggu, seperti yang dilakukan di Natuna, Kepulauan Riau.

“Saya meminta agar masyarakat Pulau Kelapa dan Pulau Harapan tidak membuat kegaduhan,” tuturnya. (jhs)

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved