Berita Video
VIDEO : Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa Di AEON Mall Spontanitas Warga
Ratusan warga yang berunjuk rasa di depan Aeon Mall, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (25/2/2020) lalu, disebut polisi dilakukan atas dasar spontanitas
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Muhamad Rusdi
Ratusan warga yang berunjuk rasa di depan Aeon Mall, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (25/2/2020) lalu, disebut polisi dilakukan atas dasar spontanitas.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Arie Ardian menjelaskan mereka mendatangi pengelola Jakarta Garden City (JGC) lantaran gerah karena pengelola dinilai tak juga menindaklanjuti keluhan warga yang tahun ini sering dilanda banjir.
"Terkait kejadian kemarin, di mana ada beberapa warga dari beberapa RW datang ke managemen JGC. Kedatangan mereka di sana mengadukan terkait pengelolaaan air yang ditampung di waduk JGC," tutur Arie di Mapolres Metro Jakarta Timur.
• VIDEO : Buntut Demo Berujung Rusuh AEON Mall, Polisi Amankan 23 Orang Tetapkan 8 Orang Tersangka
• VIDEO : Terendam Sejak Selasa Dini Hari, Banjir di Perumahan Harapan Baru 2 Bekasi Belum Juga Surut
Warga tersebut berasal dari dua RW di Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara dan dua RW di Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur.
Namun, ratusan warga kemudian bertindak anarkis dan melakukan pengrusakan secara spontan.
"Memang hasil keterangan yang ada, mereka spontanitas. Karena banjir, mereka datang diikuti warga lainnya, karena mereka merasa pengelolaan di sana tidak optimal ya," jelasnya.
Sedangkan otak pelaku pengrusakan yang merupakan provokator telah diamankan pihak Polres Metro Jakarta Timur.
"Kemarin sudah diamankan, sudah kita periksa," ujar Arie.
• VIDEO : Viral Pria Ngamuk dan Coba Rusak Motor Karena Tak Terima Ditilang, Begini Penjelasan Polisi
• VIDEO : Viral Ambulans Pembawa Pasien Dihadang dan Sopirnya Dipukul, Begini Penjelasan Saksi
Sejauh ini, sebanyak 23 orang telah diamankan di mana delapan orang di antaranya telah ditetapkan menjadi tersangka.
Kapolres menyatakan jumlah tersangka dimungkinkan untuk bertambah seiring pemeriksaan yang hingga kini masih dilakukan penyidik Polres Metro Jakarta Timur.
"Kemungkinan masih ada pelaku lain," katanya. (abs)